JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ini Deretan Sanksi Disiplin Yang Bisa Menjerat Pejabat Sragen Tepergok Mesum di Parkiran Mobil Hingga Nekat Tabrak Satpam di Mall Solo

Bekti Nugroho saat diperiksa di Polsek Banjarsari, Solo. Foto/Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Bekti Nugroho saat diperiksa di Polsek Banjarsari, Solo. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Pejabat eselon IV Diskominfo Sragen, Bekti Nugroho (40) yang tepergok mesum hingga nekat menabrak Satpam di parkiran Solo Paragon Mall, tak memenuhi panggilan klarifikasi dari atasannya.

Kabid Pengelolaan Informasi Diskominfo Sragen, Fajar Adhi Nugroho mengungkapkan, Bekti tak memenuhi panggilan klarifikasi karena masih ada keperluan pemeriksaan di Polsek Banjarsari, Solo. Pihaknya menyebut ada surat tertulis dari pihak Bekti, untuk meminta izin tidak masuk kerja.

“Hari ini yang bersangkutan tidak masuk dengan izin tertulis. Surat izin diantarkan istri Bekti ke kantor Diskominfo, tadi pagi,” ujar Fajar Fajar, dihubungi wartawan Selasa (21/1/2020).

Untuk mempercepat proses klarifikasi, pihaknya berencana mengunjungi Bekti di rumahnya hari ini. Hal itu diperlukan untuk menjadwalkan kapan proses klarifikasi bisa dilakukan.

Jika tidak memungkinkan di kantor, pihaknya siap melakukan klarifikasi akan dilakukan di luar kantor. Pasalnya kondisi kantor Diskominfo juga terbilang sempit, sementara untuk proses klarifikasi dinilai membutuhkan suasana ketenangan.

Baca Juga :  BPR Kandimadu Arta Buka Cabang ke-4 di Masaran, Sragen

“Ya nanti akan kita tanya seputar kronologis kejadian yang kemarin. Versi dia bagaimana. Setelah itu kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan BKPSDM, Inspektorat an Bagian Hukum. Jadi langkah-langkahnya yang harus sesuai prosedur bagaimana,” jelas Fajar.

Terpisah, Kepala BKPSDM Sragen, Sutrisna mengatakan karena yang bersangkutan tidak tahan sehingga tindaklanjut penanganannya akan menunggu putusan inkrah dari proses hukum yang dijalaninya.

Namun sembari itu, pihaknya juga masih menunggu laporan hasil klarifikasi dari Satker atau OPD Diskominfo selaku instansi tempat Bekti bertugas, terlebih dahulu.

“Sampai saat ini kami juga belum dapat pemberitahuan dari instansi yang bersangkutan. Saya malah baru dengar dari berita-berita panjenengan itu,” katanya.

Ia menguraikan mengacu PP 53/2010, penanganan kasus PNS nantinya akan diawali oleh OPD terlebih dulu. Setelah itu, hasilnya baru dikirimkan ke BKPSDM.

Menurutnya, klarifikasi nantinya akan menyangkut kasus tabrak lari dan indikasi mesum yang bersangkutan.

Baca Juga :  Modal Dengkul dari Rumah, Pencuri Ini Nekat Naik Bus Sumber Selamat Turun di Sragen. Hanya Hitungan Menit, Pulang Sudah Bawa Motor dan HP milik Warga Sambungmacan

“Secara normatif kami ikuti saja alurnya.Kami baru bisa melakukan langkah setelah ada laporan dari OPD. Nanti keduanya akan diklarifikasi,” terangnya.

Perihal jenis sanksi, Sutrisna menambahkan mengacu PP 53, ada tahapan sanksi ringan hingga berat.

Di antaranya sanksi ringan berupa
teguran tertulis, penurunan pangkat, penurunan jabatanz penundaan gaji berkala hingga yang terberat pemberhentian tidak dengan hormat.

“Tapi itu jenis sanksi-sanksi mengacu PP 53, ini bicaranya vukan terkait dengan kasus itu,” tukasnya.

Seperti diberitakan, polisi menetapkan pengemudi mobil Honda Jazz berinisial BN (40) yang menabrak petugas keamanan di parkiran Solo Paragon Mall, menjadi tersangka.

“Tersangka kita jerat percobaan pembunuhan dan atau penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 jo 53 dan atau 351 KUHP,” ujar Kapolsek Banjarsari, Kompol Damianus Palulungan, di Mapolsek Banjarsari, Solo, Senin (20/1/2020). Wardoyo