JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kasus Teror Siswi Tak Pakai Jilbab di SMAN 1 Gemolong Sragen Jadi Perhatian DPR RI. Kepala Disdikbud Jateng Instruksikan Didalami

4320
Kadisdikbud Pemprov Jateng, Jumeri. Foto/Wardoyo
loading...
Kadisdikbud Pemprov Jateng, Jumeri. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMAR NEWS.COM Kasus teror yang menimpa salah satu siswi SMAN 1 Gemolong gara-gara tak pakai jilbab, dilaporkan mulai menjadi perhatian DPR RI.

Orangtua siswi kelas X berinisial Z itu mengaku sudah dikontak oleh salah satu anggota DPR RI asal Jateng VI terkait kasus tersebut.

“Tadi kami sudah dihubungi oleh anggota Komisi X DPR RI Bu Agustin yang sudah baca berita soal SMAN 1 Gemolong. Beliau memberi perhatian khusus,” papar Agung Purnomo, orangtua Z, kepada JOGLOSEMAR NEWS.COM , Rabu (8/1/2020).

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Jumeri mengaku sudah memerintahkan Dinas Cabang Wilayah Jateng VI untuk menindaklanjuti dan mendalami kasus tersebut.

“Kami sudah minta Cabang VI untuk mendalami. Terimakasih,” ujarnya saat dikonfirmasi JOGLOSEMAR NEWS.COM , Rabu (8/1/2020).

Terpisah, Kepala Cabang Disdikbud Wilayah Jateng VI, Eris Yunianto mengaku sudah menerima laporan itu dan bahkan juga hadir di pertemuan klarifikasi di SMAN 1 Gemolong dengan orangtua siswa, Rohis dan pihak sekolah.

Baca Juga :  Rekomendasi PDIP Pilkada Sragen Mengarah Yuni-Suroto. Yuni Siap Apapun Hasilnya, Dedy Sebut Tetap Melangkah!

Ia menegaskan secara prinsip, tidak dibenarkan memaksakan seseorang untuk ikut memakai jilbab di sekolah. Menurutnya, hal itu adalah hak asasi yang dilindungi.

“Siapapun punya hak yang sama. Setiap anak punya hak yang sama. Untuk satu hal itu (keyakinan) kan pilihan hidup masing-masing. Toleransi itu nomor satu yang harus dikedepankan,” paparnya.

Eris mengatakan saat ini kasus itu masih ditangani di level internal sekolah. Ia mengaku sudah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait baik sekolah, orangtua siswi, maupun rohis.

“Ini masih dalam tataran pembinaan.  Makanya saya klarifikasi lebih lanjut, kita akan lihat lebih lanjut teknisnya kegiatan pembinaan di situ seperti apa, apa yang harus kita benahi. Kemarin kami juga sudah diskusi itu termasuk dengan orangtua siswa. Nanti kita review kembali SOP-nya untuk kegiatan pembinaan siswa seperti apa,” tandasnya.

Baca Juga :  Kagum Lihat Kegigihan Ibu-Ibu Kelompok Tani KWT di Sragen, Anggota DPRD Jateng Sriyanto Saputro Tergerak Gelontor Ratusan Juta Untuk Stimulan dan Infrastruktur

Sayangnya, pihak sekolah hingga kini belum bisa dimintai konfirmasi perihal kasus itu. Kepala sekolah beberapa kali dihubungi sejak kemarin belum mengangkat telepon. Wardoyo