JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

King Kobra Nongol di Balik Mesin Cuci, Pria Ini Lari Tunggang Langgang

Ilustrasi ular / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –  Cerita tentang merebaknya ular king kobra ternyata tidak hanya ditemukan di Indonesia saja. Di Thailand, bahkan raja ular tersebut bersembunyi di balik meain cuci.

Seorang laki-laki Thailand, Sakorn Sayan (60), gemetar saat menemukan seekor ular king kobra yang marah nongol dari balik mesin cuci.

Kejadian iu membuatnya langsung lari tunggang-langgang. 

Dikutip dari mirror.co.uk, peristiwa itu terjadi saat Sakorn sedang mandi. Dia mendengar bunyi mendesis dari balik mesin cuci rumahnya di Trang, wilayah selatan Thailand. 

Saat dia melirik ke arah mesin cuci, dia melihat ekor ular yang nongol dari balik mesin cuci. Sakorn yang ketakutan bergegas mengambil handuk dan keluar rumah untuk meminta bantuan. 

“Saya sedang mandi ketika saya mendengar bunyi mendesis. Saya lalu melihat ke mesin cuci dan melihat ekor ular yang ketika itu saya yakin itu ular kobra. Jadi, saya lari secepat-cepatnya dan meminta bantuan,” kata Sakorn.

Rekaman video memperlihatkan ada delapan orang ahli penakluk ular yang diturunkan untuk menaklukkan ular itu. salah satu pawing ular menyodok bagian kolong mesin cuci dan dengan cepat ular yang ditakutkan itu keluar. Ular meliuk-liuk dengan agresif.

Satu gigitan saja ular king kobra bisa berdampak fatal. Dua pawang ular lainnya kemudian maju dari arah kurang dari dua meter dari jarak ular untuk membujuk ular agar keluar dari tempat itu. 

Biasanya, ular king kobra akan memilih menghindari serangan yang mengancam, namun tak butuh waktu lama bagi ular itu untuk mengancam balik dan bersembunyi. 

Ular kobra di rumah Sokarn bersembunyi saat dikepung para pawang ular dan sebelum ular itu kabur, tim penyelamat buru-buru menangkap ular sepanjang 1,2 meter tersebut. Terhitung, ular king kobra tersebut ditaklukkan dalam tempo 15 menit. 

Seorang laki-laki terlihat keluar dari rumah Sokarn membawa ular itu dengan alat khusus.

www.tempo.co

Baca Juga :  Kemenkes Dominasi Jumlah Kasus Covid-19 Klaster Perkantoran di DKI Jakarta