loading...
Foto/Humas

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengecek ketersediaan pupuk di toko pupuk Sabar Makmur di Dusun Bloran, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo.

Pengecekan itu memastikan ketersediaan pupuk di Kabupaten Karanganyar aman menepis kabar yang menyatakan pupuk langka.

“Ketersediaan pupuk kami pastikan cukup dan tidak langka. Sistemnya, petani mendapatkan kartu tani, dan kartu tersebut dipergunakan untuk membeli pupuk” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono di sela-sela sidak pupuk di Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo.

Dia menambahkan dalam kartu ini jelas perolehan pupuk sesuai dengan kepemilikan lahan. Sehingga tidak bisa membeli diluar ketentuan yang ada.

Pihaknya mengklaim secara intensif melakukan pantauan terhadap pupuk. Bupati meminta masyarakat untuk patuh dan tidak gaduh soal pupuk tersebut.

Baca Juga :  Diguyur Hujan, 3,2 KM Jalan Antar Kecamatan di Jumantono-Matesih Rusak Parah. Wabup Karanganyar Sebut Kerusakannya Sangat Parah dan Mendesak Perbaikan

“Sistem tersebut juga memastikan agar pupuk tidak terjual kepada orang yang tidak bertanggungjawab. Soalnya saksi keras dan PPL juga mengawasi,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian, Ir Siti Maysaroh mengatakan bagi petani yang belum mendapatkan kartu tani silahkan mendaftar ke PPL.

Yakni pada yanggal  20-25 setiap bulannya. Memakai KTP ke PPL sehingga bisa didaftarkan ke admin, selanjutnya bisa mendapatkan pupuk bersubdi.

“Bagi penyewa lahan bisa melakukan koordinasi dengan PPL tentu akan dilayani. Biasanya pemilik lahan dalam menyewa juga memberikan kartu tani untuk membeli pupuk,” tambahnya.

Sedangkan Ketua Gapoktan Sasano Kridho, Desa Gempolan, Sutarno mengatakan pupuk untuk petani di Kerjo aman.

Baca Juga :  Sah, 177 Kades dan Lurah Karanganyar Dapat Motor Dinas N Max. Sejumlah LSM Rame-Rame Serukan Yang Terakhir Kali Untuk Bupati!

Artinya tidak ada gejolak dari petani mengenai kebutuhan pupuk. Sutarno mengakui setiap lahan sudah ada jatah pupuknya sendiri.

“Gapoktan Tidak ada gejolak, aman. Klau sini sudah aman. Semua petani sudah memiliki kartu ini,” ungkap Sutarno yang menaungi 1000 petani. JSnews