JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Lempari Batu Pelajar Lain, 3 Pelajar SMP di Yogyakarta Ditangkap Warga dan Diserahkan ke Polisi

Pelajar SMP pelaku pelemparan batu diamanankan petugas di Bantul. Tribunjogja/istimewa

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Kasihan memberi pembinaan kepada tiga pelajar lah satu SMP di Kota Yogyakarta. Sebelum diamankan warga mereka melempari batu terhadap pelajar lain.

Kanit Reskrim Polsek Kasihan, Iptu Heru Sugiarto, menceritakan kronologi kejadian bermula ketika sekelompok pelajar dari salah satu SMP di Kasihan selesai nongkrong di sebuah kafe di Ngestiharjo Kasihan Bantul, pada Jumat (24/1/2020) malam, sekitar pukul 21.30 WIB.

Mereka hendak pulang, lalu tiba tiba dikejar dan dilempari batu oleh tiga orang pelajar. Beruntung lemparan batu tidak mengenai sasaran, sehingga tidak ada korban.

Baca Juga :  Tak Hafal Medan, Dua Wisawatan Kecelakaan di Tikungan Gedang Klutuk Girisubo

“Tiga orang itu kemudian diamankan warga, karena meresahkan dan diserahkan ke polisi. Mereka semua ternyata masih pelajar SMP,” ujar dia.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan, tidak ditemukan senjata tajam. Polisi menduga, motif pelemparan batu tersebut dilatarbelakangi karena dendam antar sekolah.

Tiga oknum pelajar SMP itu, oleh petugas kepolisian kemudian dilakukan pembinaan.
Mereka didata dan dilakukan proses pemanggilan terhadap orangtuanya.

“Karena unsur pidananya tidak ada, sementara kami bina. Kami kenakan wajib lapor. Setiap Senin dan Kamis,” terangnya.

Atas kejadian tersebut, jajaran Polsek Kasihan, dikatakan Iptu Heru, akan lebih memperketat pengawasan terhadap pelajar, terutama pelajar SMP di wilayah Kasihan.

Baca Juga :  Pulang dari Banten dan Surabaya, 4 Warga Gunungkidul Positif Covid-19

Bahkan, bersama fungsi Binmas, pihaknya akan aktif mendatangi sekolah sekolah untuk menggalakkan operasi terhadap barang bawaan pelajar.

Sementara itu, Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono sebelumnya mengungkapkan, untuk menekan angka kriminalitas di kalangan pelajar pihaknya akan melakukan langkah preemtif dan preventif.

Langkah preventif dengan melakukan pembinaan ke sekolah- sekolah. Proses ini menurutnya sudah berjalan. Namun kedepan akan lebih ditingkatkan. Langkah preventif dengan melakukan upaya pencegahan.

“Ke depannya jika memang masih saja seperti ini. Maka kita akan lakukan operasi penggeledahan,” kata dia.

www.tribunnews.com