JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Parah, Kinerja Dokter dan Layanan di RSUD Gemolong Sragen Dinilai Bobrok. Disidak DPRD, Dokter Baru Datang Jam 11 Siang, Ratusan Pasien Sampai Keleleran Berjam-Jam

Tim Komisi IV DPRD Sragen saat menggelar sidak di RSUD Gemolong, Senin (20/1/2020). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Tim Komisi IV DPRD Sragen saat menggelar sidak di RSUD Gemolong, Senin (20/1/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM DPRD Sragen dibuat berang dengan pelayanan dan kinerja dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soeratno Gemolong.

Pasalnya, pelayanan di rumah sakit Pemkab Sragen itu dinilai amburadul dan bobrok. Tak hanya pelayanan petugas, kinerja dokter spesialis yang bertugas pun juga tak kalah memprihatinkan.

Hal itu terungkap saat digelar inspeksi mendadak yang digelar Komisi IV DPRD Sragen ke RSUD tersebut, Senin (20/1/2020). Sidak diikuti oleh anggota Komisi IV di antaranya, Fathurrohman, Jumari, Hariyanto, Tono dan Sukamto.

Mereka tiba di RSUD Gemolong sekira pukul 11.00 WIB. Setiba di rumah sakit, tim langsung mengecek ke setiap ruangan.

Rombongan legislator itu langsung dihadapkan pemandangan ratusan pasien dan pengantar pasien yang keleleran di ruang tunggu.

Rupanya, mereka sedang menunggu dokter spesialis untuk periksa. Sayangnya, hingga sesiang itu, para dokter spesialis banyak yang belum datang.

“Tadi ngantri sejak jam berapa? Apa belum diperiksa?” tanya Fathurrohman kepada para pasien yang sedang menunggu antrian.

Para pasien dan pengantar pun menjawab bahwa mereka sudah menunggu sejak jam 06.00 WIB pagi namun dokter belum kunjung datang.

Kemudian, rombongan DPRD mencoba menanyakan Direktur Utama RSUD. Akan tetapi, ternyata Dirut juga sedang tidak masuk.

Bahkan, menurut salah satu petugas RSUD, para dokter spesialis memang kadang sering datang terlambat dan siang hari. Mereka juga banyak tidak mengikuti apel pagi yang sebenarnya menjadi kewajiban PNS.

Melihat kondisi itu, Fathurrohman menyesalkan kondisi pelayanan dan kinerja petugas dokter di RSUD Gemolong yang menurutnya benar– benar memprihatinkan.

Baca Juga :  UT Kian Mantab Sebagai Cyber University, Pilihan Tepat Kuliah IT

“Kami menyesalkan, pelayanan di sini dan kinerja dokternya benar-benar bobrok. Kinerja juga sesuka hati. Bayangkan, antrian warga yang mau berobat itu sejak pukul 06.00 WIB. lha ini Saya dapati dokter spesialisnya ada yang baru datang jam 11.00 WIB. Mereka PNS tapi juga tidak ikut apel,” papar Fathur kepada wartawan di sela sidak.

Dalam sidak itu, Komisi IV juga menemukan banyaknya tumpukan antrian pasien yang ingin berobat maupun kontrol kesehatan.

Menurut petugas, hari Senin biasanya antrian pasian memang lebih banyak dari hari lainnya.

Hari ini tadi, jumlah pasien tercatat hampir 250 warga dengan berbagai macam keluhan. Namun dalam pelayanannya hanya ada empat petugas peracik obat.

Akibatnya, warga dan pasien lagi-lagi harus banyak menghela nafas untuk menahan sabar karena antri berjam- jam untuk mengambil resep atau obat.

”Sangat tidak seimbang. Kalau dilihat dari ratusan pasien yang antri tadi, hanya ada empat apoteker yang melayani,” urai Fathur.

Legislator PKB itu kemudian menegur pihak RSUD yang berdasarkan laporan Puskesmas seolah enggan menerima rujukan.

”Apa sebabnya, dan yang pasien yang dirujuk ini sakitnya juga tidak tahu. Tapi ada beberapa puskesmas yang mengeluh pada saya,” urai Fathur.

Tak cukup di situ, tim juga mendapati atap bangunan yang sudah jebol di Poli kesehatan Jiwa. Padahal seingatnya bangunan itu baru diresmikan pada 2019 lalu. Menurut petugas setempat jebol karena angin dan hujan. Hal itu lantas membahayakan orang yang lewat.

Baca Juga :  Pamit Gowes Sendirian, Bocah 12 Tahun Asal Tanon Sragen Ditemukan Nyasar Hingga 35 Kilometer Sampai Mantingan Jatim

Fahurrohman berharap atas sidak yang dilakukan ini bisa menjadi koreksi maupun evaluasi untuk  RSUD dr Soeratno Gemolong.

”Ini sudah komitmen untuk tidak memberi tahu terlebih dahulu. Kita lakukan agar tahu persis gimana situasi yang ada di lapangan, yang kita tanyakan langsung kepada pasien maupun kepada pelayanan sampai ke apotek. Atas apa yang terjadi  semoga bisa menjadi koreksi dan evaluasi,” jelasnya.

Sementara Anggota dari partai Gerindra Jumari melihat antrian dan lokasi ruang tunggu pasien dinilai sangat tidak layak.

”Sudah orang sakit malah dijadikan satu disitu, malah tambah sakit,” ujarnya.

Dia melihat bagian ruang tunggu poliklinik yang lama sudah kosong dan sepi. Pihaknya berharap agar dimanfaatkan supaya ruang tunggu menjadi lebih nyaman.

”Ruangan yang dulu malah sepi,” terangnya.

Selain itu Jumari mengkritisi penataan muka rumah sakit ke dalam gang. Sesuai rencana dihadapkan ke utara sesuai rencana.

Sementara, Kepala Bagian Umum RSUD dr Soeratno Gemolong Sugito menyampaikan bahwa Direktur sedang tidak ada di tempat. Namun pihaknya siap mendapat masukan dari Anggota DPRD yang hadir.

Sugito menyampaikan tetap dilakukan apel pada pagi hari. Hanya saja dokter spesialis memang sering tidak ikut hadir karena datangnya siang hari.

“Karena mereka (dokter spesialis) memang datangnya kebanyakan siang sehingga nggak ikut apel,” terangnya. Wardoyo