loading...

SOLO, JOGLOSEMAR NEWS.COM – Pembangunan gedung Edutorium UMS telah mencapai 86 persen saat ini. Muhammadiyah optimis pembangunan Edutorium akan selesai sesuai target dan dapat digunakan untuk kegiatan Muktamar Muhammadiyah ke 48.

Pembangunan Edutorium UMS sendiri ditargetkan selesai Bulan Februari hingga Maret 2020. Seperti diketahui, Edutorium tersebut disiapkan untuk penyelenggaraan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah yang akan digelar pada 1-5 Juli 2020 mendatang.

Panitia Muktamar ke 48 Muhammadiyah dan Aisyiyah melakukan peninjauan pembangunan gedung Edutorium, Senin (13/1/2020) lalu. Peninjauan dilakukan untuk memeriksa kesiapan gedung yang akan digunakan untuk kegiatan persyarikatan tersebut.

Berdasarkan peninjauan di lapangan, diperoleh data bahwa bangunan megah yang dapat menampung lebih dari 8.000 orang tersebut diperkirakan sudah bisa dijajal untuk kegiatan pada bulan Maret. Rencananya, kegiatan yang akan dilaksanakan pertama kali di Edutorium UMS adalah wisuda UMS.

Peninjauan ke Edutorium tersebut dipimpin oleh Rektor UMS, Prof Dr Sofyan Anif M.Si yang juga sekaligus sebagai Ketua Panitia Penerima Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah. Sofyan Anif didampingi para pimpinan UMS lainnya serta sejumlah panitia Muktamar.

Baca Juga :  Awas, Ternyata Sering Lupa Jadi Salah Satu Gejala Awal Hipertensi

“Panitia muktamar ingin mengetahui sejauh mana perkembangan pembangunan gedung edutorium yang akan digunakan untuk pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 yang semakin dekat. Sehingga panitia bisa melakukan langkah-langkah persiapan terkait tempat pelaksanaan,” urai Dr Anam Sutopo, Ketua Bidang Humas dan Informasi Panitia Penerima Muktamar.

Ditambahkan Anam, pembangunan Edutorium ini sudah mencapai 86 % pengerjaan. Panitia juga optimis seluruh proses pengerjaan akan selesai sesuai tenggat waktu yang diberikan sehingga pelaksanaan Muktamar bisa berjalan dengan baik di lokasi ini.

“Dari hasil kunjungan ini kami mendapatkan keterangan pembangunan akan selesai tepat waktu dan Maret bisa dipakai ujicoba,” imbuhnya.

Anam menandaskan, gedung yang mulai dibangun pada Pebruari 2019 ini nantinya akan bisa menampung 8.000 orang dan menjadi gedung tertutup terbesar dan termegah di Jawa Tengah. Gedung ini juga ditunjang dengan berbagai fasilitas pendukung lainnya seperti taman luar, danau, tempat parkir yang luas, masjid dan rumah makan.

Selain itu, di dalam venue juga dilengkapi tribun dan ruang-ruang pertemuan, tempat duduk yang nyaman serta kelengkapan lainnya. Yang menarik lagi, edutorium yang dibangun di atas area seluas 6,5 hektare itu juga dilengkapi museum peradaban Islam Timur Tengah.

Baca Juga :  Gagal Buang Bayi Hasil Hubungan dengan Pacarnya, Remaja Asal Karanganyar ini Digelandang ke Polsek Jebres

Edutorium ini berada di Jalan Adi Sucipto Solo dan berjarak sekitar 1 kilometer dari Kantor Pusat UMS yang berada di Gedung Induk Siti Walidah. Akses transportasi gedung ini juga mudah dari berbegai moda transportasi.

“Jarak tempuh dari dan ke Bandara Internasional Adi Soemarmo hanya 10 menit, lalu ke pintu tol Solo juga hanya 10-15 menit. Sedang dari Stasiun KA Balapan juga Cuma 20 menit, dank e Tari Terminal Tirtonadi Solo juga Cuma 20 menit,” tukas Anam. Triawati PP