loading...
Raja begal asal OKU yang dibekuk usai ditembak oleh Polres Karanganyar. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMAR NEWS.COM Penangkapan otak begal bernama David Nusantoro (21) beberapa hari lalu menyisakan cerita lain.

Begal motor asal Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan yang dibekuk Polres Karanganyar itu mengaku ternyata sudah malang melintang beraksi di wilayah Solo Raya.

Saat dihadirkan di Mapolres Karanganyar, David Nusantoro, mengaku  hampir setiap hari  keluar untuk menjambret.

Sasarannya ia memilih di daerah perbatasan. Dalam beraksi ia selaku bersama temannya berinisial JE yang saat ini masih buron.

David juga mengaku, dalam menjalankan aksi kejahatannya, pernah mendapatkan hasil kejahatan senilai Rp 24 juta di wilayah Klaten.

Usai beraksi, setiap hasil kejahatan tersebut kemudian langsung dibagi bersama rekannya itu.

“Setiap hari kami keluar. Sasaran kami acak. Sebelum beraksi, korban kami takuti dengan mengacungkan senjata tajam,” paparnya di hadapan wartawan.

Baca Juga :  Kasus Mayat Bayi Membusuk Dibuang di Waduk Lalung, Polisi Periksa 4 Saksi. Kapolres Karanganyar Dalami Kemungkinan Hasil Hubungan Gelap!

Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi mengungkapkan David diamankan berikut sejumlah barang bukti.

Di antaranya berupa dua celurit, besi, kapak serta sepeda motor yang digunakan sebagai sarana menjalankan aksinya.

“Satu tersangka berinisial JE masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan masih dilakukan pengejaran,” paparnya kepada wartawan.

Dua sindikat itu diketahui indekos di kawasan Baki, kecamatan Grogol Sukoharjo. Dari hasil pemeriksaan, ternyata keduanya sudah melakukan aksi penjambretan di 44 lokasi di wilayah Surakarta.

“Tersangka ini sudah beraksi di 44 lokasi di sejumlah wilayah kabupaten di Solo Raya,” urai Kapolres.

Saat menjalankan aksinya, kedua pelaku menakut-nakuti calon korbannya dengan mengacungkan senjata tajam.

Namun aksi keduanya terhenti, setelah Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Karanganyar, berhasil mengamankan salah satu pelaku usai menjalankan aksinya di kawasan Kecamatan Colomadu.

Baca Juga :  Penampakan 177 Motor Dinas Baru Yamaha N Max Yang Akan Dibagikan Untuk Semua Kades di Karanganyar. Harganya Dibanderol Rp 27,5 Juta Per Unit

Kapolres AKBP Leganek Mawardi menambahkan, David merupakan salah satu target operasi (TO) yang selama ini, membuat resah para pengguna jalan.

Menurut Kapolres, terungkapnya kasus ini, berawal ketika aparat Kepolisian menerima informasi, jika di kawasan Colomadu, terjadi aksi penjambretan. Wardoyo