JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pihak Imigrasi Mengaku Tak Bermaksud Hambat Penegakan Hukum

Uang dolar Singapura dan buku tabungan sebagai barang bukti OTT Komisioner KPU RI, di gedung KPK, Jakarta, Kamis (9/1/2020) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM mengaku sudah menyampaikan informasi kepulangan tersangka suap KPU, Harun Masiku ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Sudah kami informasikan (sebelum hari ini). Jangan dikira kami menyembunyikan atau menghalang-halangi pelaksanaan penegakan hukum,” kata Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Kemenkumham Bambang Wiyono dalam konferensi pers di Gedung Imigrasi, Kemenkumham, Jakarta, pada hari ini, Rabu ( 22/1/ 2020).

Bambang menerangkan Imigrasi sudah mengetahui kepulangan Harun Masiku via Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa, 7 Januari 2020, sebelum pengumuman hari ini.

“Jangan sampai salah informasi,” ujarnya.

Meski begitu dia tak mau menyebutkan kapan tepatnya data soal Harun Masiku disampaikan ke KPK.

Kepala Bagian Humas Arvin Gumilang mengatakan Imigrasi berkoordinasi secara intens dengan penyidik KPK, khususnya tentang keterlambatan sistem informasi di bandara.

“Langkah berikutnya kami menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik,” ucap Arvin.

Sebelumnya, Senin, 20 Januari 2020, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan Harun Masiku berstatus buron KPK.

 Firli pun meminta masyarakat agar memberikan informasi jika mengetahui keberadaan Harun. Dia sekaligus meminta kader PDIP itu menyerahkan diri.

Bahkan, enam hari lalu, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, yang juga kader PDIP, memastikan bahwa Harun masih berada di luar negeri.

Menurut dia, belum ada kabar kapan dia akan kembali ke Indonesia.

“Pokoknya (Harun Masiku) belum di Indonesia,” kata Yasonna di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas IIA, Jakarta Timur, Kamis (16/1/2020) pekan lalu.

www.tempo.co

Baca Juga :  Dianggap Bikin Gaduh Lewat Unggahan, Pengamat: Presiden Perlu Copot Fadjroel Rachman