JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Prihatin Jalan Poros Bertahun-Tahun Rusak Parah, Puluhan Sopir di Desa Pengkok Sragen Gelar Aksi Turun ke Jalan. Rame-rame Swadaya Kerjabakti Menambal Lubang

1140
Kades Pengkok, Sugimin Cokro saat membaur bersama sopir truk paguyuban Arpeg bekerjabakti menambal jalan rusak Bejing-Kedungwaduk, Sabtu (11/1/2020). Foto/Wardoyo
loading...
Kades Pengkok, Sugimin Cokro saat membaur bersama sopir truk paguyuban Arpeg bekerjabakti menambal jalan rusak Bejing-Kedungwaduk, Sabtu (11/1/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMAR NEWS.COM Memasuki musim penghujan, sejumlah ruas jalan di beberapa wilayah Sragen mulai diwarnai kerusakan.

Salah satunya jalan kabupaten tepatnya di jalur Bejing Pengkok- Kedungwaduk Karangmalang. Jalan poros antar kecamatan itu kini kondisinya mulai parah.

Belum adanya perbaikan dari dinas terkait, membuat sejumlah tokoh dan warga setempat pun terpaksa bergerak menunjukkan keprihatinan mereka. Bukan demo, bukan pula aksi massa.

Namun mereka menggelar aksi unik yakni bekerjabakti bersama-sama mengurug titik jalan yang rusak parah di jalur itu, Sabtu (11/1/2020) pagi.

Menariknya, kegiatan menambal jalan russk itu diprakarsai para awak armada atau sopir truk di Desa Pengkok yang tergabung dalam Arpeg (Armada Pengkok).

Tak kurang dari 35 sopir anggota paguyuban tadi pagi ramai-ramai turun ke jalan. Mereka bekerjabakti menambal lubanh jalan dengan material urug yang mereka beli dari iuran swadaya sopir.

Kerjabakti juga dihadiri langsung oleh Kades Pengkok Sugimin Cokro, Wakil Ketua BPD Suhadi, Kadus Sarmin dan pengusaha pemilik JAP Plastik, Sumanto.

“Hari ini, kita gerakkan kerjabhakti yang diprakarsai oleh paguyuban Arpeg yang mewadahi sopir-sopir truk di Desa Pengkok. Mereka adalah sopir sekaligus pemilik truk. Ini spontanitas, kebetulan tadi malam mereka arisan dan ada inisiatif untuk kerjabakti nambal jalan yang rusak ini. Dari desa ya langsung mengiyakan dan hari ini kita realisasikan,” papar Sugimin di sela kerjabakti.

Baca Juga :  Kronologi Lengkap Kecelakaan Maut Bus Sugeng Rahayu Lindas Driver Ojol dan Putrinya di Dekat SPBU Nglangon Sragen. Bus Sempat Serempet Motor, Korban Terlindas Roda Belakang
Para sopir paguyuban Arpeg Pengkok saat bekerjabakti menambal jalan rusak, Sabtu (11/1/2020). Foto/Wardoyo

Kades yang baru saja dilantik itu menguraikan jalur yang rusak itu sebenarnya jalur kabupaten. Namun keberadaanya sangat vital bagi warga karena itu akses transportasi antar kecamatan.

Menurutnya ada sekitar 3 kilometer ruas di jalur itu yang saat ini rusak parah. Untuk kegiatan penambalan, material semuanya dari swadaya paguyuban Arpeg dibantu pula dari donasi pengusaha setempat, Sumanto.

“Semalam direncanakan 2 rit, tapi Alhamdulillah ternyata malah bisa 4 rit urugnya. Harapannya pemerintah kabupaten bisa segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan. Karena kondisi rusak begini, kasihan warga yang lewat. Kami juga salut atas kepedulian dan kecintaan paguyuban Arpeg terhadap desanya sekalipun jalan ini sebenarnya tanggungjawab kabupaten ,” terang Sugimin.

Wakil Ketua BPD Pengkok, Suhadi menuturkan kondisi jalan rusak itu sudah berlangsung hampir tiga tahun. Selama ini warga dan pemerintah desa sudah mengajukan usulan dan sangat berharap perbaikan, namun hingga kini belum ada realisasi.

“Kami dari BPD juga mengapresiasi kesigapan dan kepedulian semua unsur, terutama dari paguyuban Arpeg yang sudah berinisiatif gotong royong memperbaiki. Mudah-mudahan, Pemkab juga bisa tergerak untuk memperbaiki,” tuturnya.

Ketua paguyuban Arpeg, Heru Purwo Nugroho asal Dukuh Bejing RT 18 A mengungkapkan aksi sosial memperbaiki jalan rusak itu dilakukan sebagai bentuk kecintaan ke desa.

Namun lebih dari itu, aksi itu juga sebagai wujud keprihatinan atas kerusakan jalur poros Bejing-Kedungwaduk yang sudah bertahun-tahun rusak parah.

Baca Juga :  Nekat Melawan, 4 Siswi SD di Mondokan Sragen Lolos Dari Komplotan Penculik. Pelakunya Naik Mobil dan Sempat Iming-Imingi Coklat

“Kemarin malam kebetulan kami dari para sopir mengadakan arisan dan setiap anggota menyisihkan Rp 10.000 untuk kas. Nah, karena melihat jalan rusak parah, akhirnya disepakati yang terkumpul dari kas, sebagian digunakan untuk kegiatan memperbaiki jalan hari ini. Kalau melihat jalan rusak, kasihan pengendara Mas. Apalagi tiap hari kami melewati jalan ini. Ini juga jalan poros ke Solo. Banyak pengendara mau ke Solo, potong kompasnya lewat sini. Jadi jalan ini sangat vital,” tukasnya.

Kekompakan Pemdes, paguyuban Arpeg dan pengusaha di Pengkok. Foto/Wardoyo

Sementara, pengusaha pemilik Jaya Agung Plastik, Sumanto menuturkan akses jalan sangat penting dan menentukan perekonomian warga. Jika kondisi jalan rusak, maka juga akan menghambat transportasi dan perekonomian warga.

Karenanya, sebagai pelaku usaha, ia sangat berharap Pemkab bisa segera mengalokasikan anggaran dan memperbaiki jalur Bejing-Kedungwaduk yang rusak parah ini.

“Kalau jalannya bagus, kita aktivitas berkendaraan dan ekonomi juga lancar. Bagi pelaku usaha, kalau jalannya rusak, mau kirim barang juga terhambat. Mau muat banyak juga pikir-pikir,” tandasnya. Wardoyo