loading...

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menambah tiga Guru Besar baru dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Pengukuhan ketiga Guru Besar dilakukan oleh Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum selaku Rektor UNS pada Selasa (21/1/2020) di Gedung Auditorium GPH Haryo Mataram.

Ketiga guru besar yang dikukuhkan yaitu Prof. Dra. Diah Kristina, M.A. Ph.D yang merupakan Guru Besar ke-24 FIB dan ke-213 UNS, Prof. Dr. Eddy Heraldy, M.Si yang merupakan Guru Besar ke-17 FMIPA dan ke-214 UNS. Juga, Prof. Dr. Drs. Mulyanto, M.Pd. yang merupakan Guru Besar ke-63 FKIP dan ke-215 UNS.

Pada acara ini dibacakan pula pidato inagurasi oleh masing-masing Guru Besar. Yang pertama Prof. Dra. Diah Kristina, M.A. Ph.D menyampaikan pidato dengan judul Penciptaan “Verbal Branding” Produk dan Jasa Berperspektif English For Specific Purposes (ESP). Selanjutnya pidato kedua oleh Prof. Dr. Eddy Heraldy, M.Si yang menyampaikan pidato dengan judul Pemanfaatan Limbah Operasional Pembangkitan Listrik Tenaga Uap untuk Pembangunan yang Berkelanjutan. Pidato terakhir disampaikan oleh Prof. Dr. Drs. Mulyanto, M.Pd dengan judul Model Pelatihan Pengembangan Desain Batik pada Usaha Kecil Menengah.

Baca Juga :  Gunakan Sistem FIFO, Polresta Solo Jamin Pembuatan SIM Bebas Calo

Pada sambutannya, Prof. Jamal mengajak seluruh Guru Besar UNS untuk terjun di tengah masyarakat guna mendengarkan suaranya, menciptakan inovasi, serta memunculkan ide dan karya kreatifnya bagi kehidupan.

“Saya ingin mengajak semua Guru Besar UNS untuk menanggalkan toganya, keluar kampus, hadir dan membuka diri di tengah masyarakat untuk mendengarkan suaranya, menciptakan inovasi serta memunculkan ide dan karya kreatifnya untuk membahagiakan kehidupan mereka,” ujar Prof. Jamal.

Baca Juga :  PT BPR BKK Karangmalang Bekali Calon Pegawai Dengan Diklat Bankir Profesional

Selain itu, Prof. Jamal juga berharap agar Guru Besar tidak pernah lelah dalam berkarya. Guru akan mulia karena karyanya. Maka, untuk menjaga eksistensi, berkarya harus terus diciptakan. Triawati PP