JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Resah Wacana Penghapusan, Puluhan Guru Honorer Geruduk Rumah Anggota DPR RI di Karanganyar. Paryono Sebut Tidak Dihapus, Tapi Tak Ada Perekrutan Honorer Lagi!

Puluhan honorer berbagai daerah saat mengeruduk kediaman anggota dpr ri, Paryono, Sabtu (25/1/2020). Foto/Wardoyo
Puluhan honorer berbagai daerah saat mengeruduk kediaman anggota dpr ri, Paryono, Sabtu (25/1/2020). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Puluhan anggota paguyuban guru honorer yang berasal dari Karanganyar, Semarang, Pekalongan, Blora, Ngawi Jawa Timur, mendatangi kediaman anggota Komisi II DPR RI, Paryono yang berada di Kelurahan Bejen, Karanganyar Kota, Sabtu (25/01/2020).

Mereka mengadukan nasibnya terkait adanya wacana penghapusan guru dan tenaga honorer lainnya yang akan dilakukan oleh pemerintah.

Koordinator wilayah Jawa Tengah Aliansi Honorer Nasional (AHN), Diqn Candra Asri usai melakukan audiensi dengan anggota Komisi II DPR RI, Paryono, menjelaskan, wacana penghapusan tenaga honorer tersebut, membuat seluruh tenaga honorer terkejut.

“Kami sudah lama mendengar wacana itu. Hati kami sakit, kenapa secara mendadak ada wacana penghapusan tenaga honorer. sedangkan saat ini, tenaga honorer hampir di seluruh wilayah Jawa Tengah, bahkan di seluruh Indonesia, masih sangat dibutuhkan. Semua daerah menjerit,” ujarnya.

Dia juga mempertanyakan, arah wacana penghapusan tenaga honorer ini. Apakah dirumahkan, atau diangkat jadi PNS, atau status dirubah bukan menjadi honorer.

Baca Juga :  Satu Warga Karanganyar Kembali Meninggal Positif Terpapar Covid-19, Satunya Probabel. Total Sudah 133 Warga Meninggal Dunia, Jumlah Kasus Positif Capai 715

“Itu yang menjadi pertanyaan kami sampai sekarang. Kami berusaha melobi ke pusat dan Menteri  serta BKN, namun tidak ada tanggapan.Mereka hanya mengatkan, bahwa penghapusan ini baru sebatas wacana,” lanjutnya.

Ditambahkannya, pihaknya hanya menginginkan, bagi yang K2 ingin segera jadi PNS, bagi non K2, mereka menginginkan statusnya diakui di pusat.

“Dari awal kita minta jadi PNS. Kita tidak menabrak aturan apapun. Sebelum aturan itu ada, kita sudah mengabdi puluhan tahun,” tandasnya.

Sementara itu anggota Komisi II DPR RI,  yang juga anggota Panja CPNS dan honorer, Paryono mengatakan, pemberitaan yang menyebut jika DPR RI dan pemerintah akan menghapus tenaga honorer, memang membuat para tenaga honorer ini resah.

Menurutnya, persoalan sebenarnya,  bukan dihapus atau tidak dihapus. Tenaga honorer, berdasarkan  PP  48 tahun 2005, tidak ada lagi perekrutan tenaga honorer.

Saat ini yang ada, jelasnya, hanya tenaga K1 dan K2.  Untuk honorer K 1, telah selesai, karena sudah diangkat menjadi PNS dan masih ada sisa  honorer  K 2 sebanyak  439 ribu di seluruh Indonesia yang belum terangkat karena terbentur aturan.

Baca Juga :  Geger Rapid Tes Pengunjung Tawangmangu, Pemkab karanganyar Tegaskan Rapid Tes Dilakukan Tim Provinsi Bukan dari Satpol PP!

“Ketika komisi II melakukan rapat dengan pemerintah menyampaikan penghapusa tenaga honorer. Karena memang sejak PP 48 2005, sudah tidak ada pengangkatan honorer. Yang ada PNS dan tenaga P3K. Kita- kita di Komisi II telah membentuk Panja dan akan memperjuangkan tenaga honorer terutama K 2 dalam perekrutan PNS secara bertahap. Kami minta kepada pemerintah, agar K 2 ini diberi quota lebih untuk diagkat menjadi PNS, “ terangnya.

Ditegaskannya, pada prinsipnya, tenaga  honorer ini sampai K 2, hanya, masih saja ada ada tenaga honor lainnya. Mereka juga akan diperjuangkan. Tapi butuh kemauan semua pihak, termasuk dari pemeriintah daerah.

“Yang jelas untuk tenaga honorer ini, akan segera kita tuntaskan dan jangan sampai menimbulkan persoalan baru,” pungkasnya. Wardoyo