loading...
Kasat Narkoba AKP Djoko Satriyo Utomo saat memimpin pers rilis penangkapan dua tersangka ganja dan sabu di Polres Sragen, Senin (13/1/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Fakta baru terungkap dari penangkapan jaringan pengedar sabu dan ganja yang digawangi oleh dua orang pemuda, dua hari lalu.

Ternyata, salah satu tersangka yang berperan kurir ganja dan berstatus lulusan D3 Perhotelan asal Gondang Tani, Gondang, Sragen, Galih Al Falah dibekuk saat mengenakan atribut ojek online Gojek.

Galih (24) asal Gondang Tani RT 18/6, Gondang Sragen itu disergap beberapa saat setelah keluar mengambil paket dari kantor JNE Sragen.

Dia ditangkap bersama satu temannya bandar sabu dan ganja bernama Aris Kudori (36) warga Dukuh Pule RT 1, Mantingan, Ngawi, Jawa Timur.

Galih ditangkap atas perannya sebagai kurir dan berkomplot dengan Aris yang menjadi bandar ganja dan sabu. Aris dikenal sebagai resedivis kasus narkoba yang belum lama keluar dari LP Sragen.

Kasat Narkoba Polres Sragen, AKP Djoko Satriyo Utomo mengungkapkan keduanya ditangkap secara berurutan pada 8 Januari 2020 lalu.

Galih ditangkap pertama kali sesaat setelah mengambil paketan dalam karton berisi ganja kering milik Aris. Paketan itu diambil di kantor jasa pengiriman barang JNE di Jalan Urip Sumoharjo, Tlebengan, Sragen Tengah, Sragen pada pukul 13.00 WIB.

Baca Juga :  Penanganan Kasus Jurangjero Dinilai Lamban, Puluhan Warga dan FPI Sragen Geruduk Polres dan Kejari. Desak Penuntasan, Khawatir Bisa Menyulut Bara Api Konflik di Masyarakat!

“Saat disergap, tersangka Galih memang mengenakan jaket salah satu ojek online. Penangkapan didasarkan informasi bahwa ada seseorang yang akan mengambil paket mencurigakan di JNE Sragen. Ternyata paketan dalam karton itu berisi ganja kering seberat 82,49 gram. Galih ini berperan memesan dan mengambil paketan, untuk kemudian dikirim ke rumah tersangka Aris Kudori,” papar Kasat Narkoba didampingi Kasubag Humas, AKP Harno.

Dari penangkapan Galih, kemudian dia dikeler ke rumah Aris di Ngawi. Saat digeledah, petugas mendapati ada 9 paket sabu total seberat 6,11 gram milik Aris yang disimpan di saku celana depan.

AKP Djoko menguraikan keduanya ternyata berkomplot menjalankan peredaran sabu dan ganja. Di mana Galih berperan memesan dan mengambil barang sedangkan Aris menjadi penjualnya.

Baca Juga :  Diserbu Gerombolan Wartawan Bodrek dan LSM Abal-Abal, Kepala Sekolah dan Kades di Sragen Resah. Modus Minta Jutaan Disertai Paksaan, Ada Yang Sampai Nyengging Guru

“Sabu diakui dipesan dari salah satu napi yang saat ini menghuni Lapas Kedungpane. Sedangkan ganja dibeli dari Jakarta. Sistem pembeliannya dengan terputus. Tersangka memesan dan mentransfer uang, lalu barang dikirim lewat jasa paket barang. Sedangkan sabu dikirim ke suatu alamat tertentu yang disebutkan dengan sandi,” terangnya.

Keduanya dibekuk dengan barang bukti paket ganja, sabu, 2 HP dan sepeda motor Scoopy AD 3597 BME milik Galih.

“Keduanya bakal kita jerat dengan pasal 132 UU RI No 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” pungkas AKP Djoko. Wardoyo