JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Seusai Diotopsi, Jenasah Ibu Yang Dibunuh Anak Kandungnya di Sumberlawang Sragen Langsung Dimakamkan

Kapolsek Sumberlawang, AKP Fajar saat memimpin identifikasi jasad ibu yang dibunuh anak kandungnya di Pendem, Sumberlawang,. Foto/Wardoyo
Kapolsek Sumberlawang, AKP Fajar saat memimpin identifikasi jasad ibu yang dibunuh anak kandungnya di Pendem, Sumberlawang,. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Jenasah Daliyem (50) warga Dukuh Barong, RT 06, Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Sragen yang dibunuh anak kandungnya, Hendriyanto (36) sempat dibawa ke RSUD Moewardi Solo, Kamis (2/1/2020).

Jasad wanita malang yang dibantai darah dagingnya sendiri itu dibawa ke RSUD Moewardi untuk dilakukan otopsi.

“Jenasah tadi dibawa ke RSUD Moewardi Solo untuk dilakukan proses otopsi. Sementara penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan,” papar Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Harno, Kamis (2/1/2020).

Kapolsek Sumberlawang, AKP Fajar Nur Ihsanudin membenarkan bahwa jenasah korban sempat dibawa ke RSUDD Moewardi Solo untuk diotopsi. Dirinya juga ikut mengawal jalannya proses otopsi di Moewardi.

Menurutnya, proses otopsi berlangsung hingga siang hari. Setelah otopsi selesai, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Prosesi pemakaman dilakukan tadi sore di pemakaman umum dukuh setempat.

“Sudah selesai otopsi dan langsung dibawa pulang untuk dimakamkan. Tadi sudah dimakamkan,” jelas Fajar.

Baca Juga :  Kades Trombol Mondokan Sragen dan 5 Saudaranya Positif Corona, Pelayanan Kantor Desa Tidak Ditutup. Pemkab Pastikan Semua Perangkat Tidak Tertular

Perihal pemicu tewasnya korban,  dari keterangan pelaku yang juga anak kandung korban, aksi penganiayaan berujung kematian itu murni karena persoalan nama.

“Jadi nggak ada itu (karena menolak hubungan intim). Saat kami tanya, pelaku mengaku kalau penyebabnya dia minta namanya diganti. Tapi oleh ibunya (korban) dibilang kalau namanya sudah bagus. Nggak perlu diganti. Nah mendengar jawaban ibunya, pelaku langsung kalap dan memukuli ibunya,” papar Kapolsek Sumberlawang, AKP Fajar Nur Ihsanudin mewakili Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan, Kamis (2/2/2020).

Kapolsek menguraikan pelaku memang memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Untuk sementara, pelaku sudah diamankan sembari menunggu hasil penyelidikan.

Ia menegaskan bahwa tidak ada motif lain selain persoalan nama. Hal itu juga dibenarkan Kadus Pendem, Ariyadi.

Saat mengklarifikasi kepada pelaku, yang bersangkutan juga mengakui melakukan itu ke ibunya lantaran ingin merubah nama tapi ditolak ibunya.

“Tadi malam begitu kejadian, saya langsung nemui pelaku. Saya tanya lha mbokmu mbok kapakne. Dia njawab aku mung njaluk ganti jeneng karo dibancaki. Lha mboke semaur ngko dibancaki wae le, ora usah ganti jeneng. Tahu-tahu, tangannya kayak nggak sebaene langsung nyekik dan ibunya ditendang lalu diantemi,” ujarnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .

Data yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula ketika malam itu korban sedang beristirahat tiduran di kamarnya.

Baca Juga :  Meledak Lagi, Tambah 12 Warga Positif Hari Ini, Kasus Covid-19 Sragen Melonjak Jadi 485. Dua Warga Suspek Kembali Meninggal, Total Sudah 68 Warga Meninggal Terkait Covid-19

Entah dari mana mulanya, sekitar pukul 22.30 WIB, Hendriyanto mendadak datang ke kamar ibunya.

Mendengar jawaban ibunya, seketika pelaku langsung kalap. Ia langsung mengayunkan kepalan tangannya ke wajah ibunya. Lalu menendang tubuh ibunya berulangkali serta mencekik lehernya hingga tewas.

Setelah melihat ibunya tewas, korban langsung keluar kamar. Bersamaan itu, bapaknya, Sadiyo, yang baru pulang dari ngojek, langsung menuju ke kamarnya.

Saat membuka kamar, ia langsung histeris mendapati istrinya sudah tergeletak bersimbah darah di atas ranjang. Sempat dibawa ke RS Yakssi Gemolong, namun korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Wardoyo