loading...

SURABAYA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang pelajar SMK yang masih memiliki masa depan panjang berinisial RH, pilih mengakhiri hidupnya di tali gantungan.

Dia ditemukan bunuh diri di dapur rumah tempat tinggalnya di Jalan Pacar Keling Surabaya, Senin (13/1/2020).

Korban ditemukan pertama kali oleh ayahnya sudah dalam kondisi tergantung dengan leher terikat tali sabuk di sebuah kayu balok yang melintang antara kamar dan dapur.

Seorang saksi mata berinisial CM menyebut, di sekitar jasad korban RH ditemukan sebuah surat wasiat.

Menurut CM, isi surat wasiat RH bercerita tentang persoalan keluarga.

Surat wasiat tersebut berisi perasaan putus asa. RH dalam surat itu malah meminta keluarganya agar tak perlu membiayai hidupnya lagi.

Bahkan ia ingin uang keluarganya digunakan untuk renovasi rumah.

Terkait dengan peristiwa tersebut, seorang psikolog, Maya Savitri, S. Psi, CHt, pun memberikan tanggapannya.

Menurut Maya, RH mengalami kesulitan dalam menyampaikan masalah yang dimilikinya pada keluarga.

Maya pun menilai RH merupakan sosok pendiam.

“Kalau dilihat, dia mempunyai persoalan yang tidak bisa tersampaikan ke orang lain, dalam hal ini keluarga, dan dia pendiam,” tutur Maya saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (14/1/2020).

“Hal ini yang membuat kondisi psikisnya menjadi labil,” sambungnya.

Lebih lanjut, pendiri Lembaga Psikologi Anava Solo itu menyampaikan keluarga memiliki peran penting untuk mencegah kejadian ini terulang.

Maya menyampaikan, kasus yang menimpa RH ini dapat dihindari dengan membangun hubungan yang lebih dekat antara orangtua dengan anak.

Baca Juga :  Dipertanyakan Banyak Pihak, KPK Klaim 36 Kasus yang Dihentikan Adalah Penyelidikan Tertutup

“Orangtua harus merangkul anak-anaknya dan peka terhadap kebutuhan anak-anak,” terang Maya.

Pasalnya, Maya menegaskan, kebutuhan anak-anak tidak sebatas materi saja.

“Karena kebutuhan anak-anak tidak hanya materi tapi juga kedekatan hati dengan orang tua,” kata Maya.

Maya menekankan, orangtua juga harus dapat menjadi tempat bercerita bagi anak-anaknya.

Terutama, bagi orangtua yang memiliki anak berusia remaja.

“Orangtua perlu mendengarkan apa yang dirasakan dan dipikirkan anak-anak remaja,” tutur Maya.

Maya menilai, kasus RH ini kemungkinan dipicu oleh komunikasi yang kurang baik antara RH dengan keluarganya.

“Bisa jadi (karena kurangnya komunikasi),” kata Maya.

Pasalnya, Maya menjelaskan, kuat atau lemahnya karakter seseorang terbentuk dari keluarga.

“Karena keluarga adalah inti dari tumbuh kembangnya seorang anak dan pembentukan awal kuat atau lemahnya karakter seseorang,” terangnya.

“Selain itu, faktor lingkungan pertemanan juga menjadi faktor pendukung dari hal tersebut (kasus bunuh diri) terjadi,” sambung Maya.

Maya pun memberikan saran bagi orang-orang yang menyadari temannya memiliki tekanan atau bahkan pernah menyampaikan keinginan untuk bunuh diri.

“Sebaiknya, sebagai teman, kita mengajak ngobrol dari hati ke hati,” tutur Maya.

“Karena dengan curhat, ada perasaan yang lebih plong,” tambahnya

Selain itu, menurut Maya, jika memiliki teman dengan kondisi psikis yang tertekan, kita dapat mengajaknya melalukan berbagai aktivitas yang menyenangkan.

“Ajak aktivitas yang menyenangkan seperti berolahraga, berkegiatan seni, dan lain-lain,” kata Maya.

“Motivasilah anak tersebut untuk mau jujur berbicara tentang perasaannya pada keluarganya,” sambung dia.

Baca Juga :  Pimpinan KPK Perintahkan Jubir untuk Redam Berita Negatif Terkait KPK

Sering di Rumah Sendirian

Korban diketahui kerap berada di rumah sendirian. Di rumah tersebut, RH tinggal bersama kakak perempuannya dan kakak iparnya.

Orangtua dan kakak RH berjualan di wilayah Demak. Orang tua RH juga jarang pulang kerumah Pacar Keling karena memiliki rumah di Demak, sementara kakak RH kerap pulang malam usai berjualan.

“Di sini sering sendirian,” kata salah seorang warga.

Sementara itu, teman sekolah RH sebelumnya sempat dikirim permintaan maaf oleh korban melalui pesan whatsapp.

Tak hanya itu, beberapa hari terakhir sebelum ditemukan tewas gantung diri, RH sempat membuat story status whatsapp foto orang gantung diri.

“Minggu itu saya lihat story whatsapp-nya gambar orang gantung diri,” kata teman RH.

Tak hanya temannya, RH juga dikabarkan mengirim sinyal akan bunuh diri kepada keluarganya melalui pesan Whatsapp.

RH bahkan menghubungi teman sekelasnya berinisia AT melalui sambungan video call whatsapp sambil menunjukkan adegan bunuh dirinya.

Seorang saksi yang merupakan teman sekolah RH mengatakan, dalam sambungan video itu, RH sama sekali tak bersuara.

Menurut temannya, video call whatsapp itu tak berlangsung lama.

“Ya enggak sampai lima menit, itu cepat sekali. Terus teman-teman hubungi whatsappnya sudah tidak aktif. Pas videonya mati posisi korban sudah tergantung,” tambahnya.

Teman sekolah yang khawatir kemudian mendatangi rumah korban.

Di sana beberapa temannya mendapati korban sudah ditemukan tewas oleh ayahnya sendiri.

www.tribunnews.com