loading...
Sutrisna. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Panitia seleksi (Pansel) calon pegawai negeri sipil (CPNS) Sragen mengaku menerima 460an sanggahan dari pelamar yang gagal lolos administrasi atau tercoret.

Sanggahan itu dilayangkan selama tahapan penyampaian masa sanggah belum lama ini.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sragen, Sutrisna mengungkapkan selama masa sanggah itu ada sekitar 460an pelamar gagal, yang melayangkan sanggahan.

Mayoritas menyanggah perihal apa yang membuat mereka gagal seleksi administrasi.

“Ada sekitar 460an sanggahan yang masuk. Sebagian besar menanyakan di bagian mana tidak memenuhi syaratnya. Ya kita jelaskan soal syarat administrasi yang tidak terpenuhi,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (15/1/2020).

Sutrisna menguraikan tidak semua sanggahan berisi protes. Sebagian hanya mengonfirmasi perihal persyaratan yang membuat mereka gagal.

Baca Juga :  Penanganan Kasus Jurangjero Dinilai Lamban, Puluhan Warga dan FPI Sragen Geruduk Polres dan Kejari. Desak Penuntasan, Khawatir Bisa Menyulut Bara Api Konflik di Masyarakat!

Dari ratusan sanggahan itu, ia menyebut memang akhirnya ada beberapa yang bisa dikabulkan dan peserta itu kemudian dinyatakan lolos. Peserta yang selamat itu sebelumnya bermasalah di kualifikasi pendidikan atau ijazah.

Setelah dikonsultasikan dengan pusat, kemudian ijazah pendidikan bisa memenuhi kualifikasi akhirnya bisa diloloskan.

“Ada beberapa yang dikabulkan. Terutama yang soal kualifikasi ijazahnya. Karena kan formasi yang kita buka itu luas, sehingga ada kualifikasi ijazah yang sebelumnya mungkin dianggap tidak masuk, kemudian setelah dikonsultasikan masih bisa masuk. Akhirnya dinyatakan lolos,” terang Sutrisna.

Seperti diberitakan, dari hasil verifikasi berkas pelamar yang diumumkan mulai Senin (16/12/2019) melalui website,  dari total 9.365 pelamar, yang memenuhi syarat ada 8.357 pelamar.

Baca Juga :  Cerita Kearifan Lokal dan Semangat Membantu Warga Sidoharjo Sragen Yang Patut Jadi Teladan. Lihat Mobil Terguling, Puluhan Warga 2 Desa Langsung Bergerak Gotong Royong Bantu Evakuasi

Sedangkan yang tidak memenuhi syarat atau tidak lolos sebanyak 1.008 pelamar. Dari hasil rekapitulasi tim, 1.008 pelamar itu gugur karena beragam alasan.

Namun yang paling banyak ternyata terkait buta warna. Sutrisna mengungkap ada 429 pelamar yang gugur karena tidak melampirkan surat keterangan tidak buta warna. Mereka mayoritas melamar di formasi tenaga kesehatan. Wardoyo