JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Survei LSI: Cina Lebih Berpengaruh di Indonesia Ketimbang AS

Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat dan Cina. Businessturkeytoday.com/ tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Benarkah Cina lebih berpengaruh di Indonesia ketimbang Amerika Serikat (AS)? Anggapan tersebut memang ada benarnya.

Hasil survei yang digelar oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan kenyataan tersebut.

Direktur Eksekutif LSI,  Djayadi Hanan mengatakan, hasil survei tersebut menunjukkan, mayoritas masyarakat Indonesia menilai Cina lebih berpengaruh dibandingkan AS di Indonesia.

Survei LSI bersama dengan Asian-Barometer tersebut digelar pada 10-15 Juli 2019.

“Hanya 21 persen yang menganggap Cina tidak atau sedikit pengaruhnya,” katanya di Erian Hotel, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Minggu (12/1/2020).

Baca Juga :  Terkonfirmasi Positif Covid-19, Menag Fachrul Razi Akan Jalani Tes Swab Lanjutan

Dalam survei, kata Djayadi, sebanyak 66 persen responden menganggap Cina berpengaruh besar di Indonesia.

Survei itu melibatkan 1.540 responden dengan margin of error lebih kurang 2,5 persen.

Responden yang menganggap Amerika berpengaruh besar di Indonesia mencapai 49 persen. Sedangkan yang memilih tidak ada pengaruhnya sebanyak 22 persen.

Djayadi Hanan menuturkan bahwa responden yang menilai Cina berpengaruh baik terhadap Indonesia mencapai 40 persen, sedikit lebih banyak dari yang menilai Cina berpengaruh buruk, yakni 36 persen.

Baca Juga :  Digerebek Tengah Asyik Berduaan di Atas Kasur di Kamar Hotel, Pasangan ini Ngaku Tante dan Keponakan...

Adapun yang menilai Amerika Serikat berpengaruh baik di Indonesia sekitar 39 persen, sedangkan yang menganggap berpengaruh buruk 30 persen.

Persepsi publik terhadap pengaruh Cina di Indonesia, menurut Djayadi, selaras dengan penilaian masyarakat atas pengaruh Cina di Asia.

Dari total responden, masyarakat Indonesia yang menganggap Cina paling berpengaruh di Asia sebanyak 39 persen.

“Adapun yang memilih Amerika Serikat (paling berpengaruh di Asia) 18 persen, Jepang 14 persen, India 1 persen, Rusia 1 persen, lainnya 2 persen, dan tidak tahu 23 persen,” ujarnya.

www.tempo.co