JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Tak Ingin Terjadi Tanggul Sungai di Karangtengah Weru Sukoharjo Jebol, Meski Dengan Peralatan dan Material Minim, Hal Ini yang Dilakukan Warga

Perbaikan tanggul sungai di Weru Sukoharjo. Dok. Pendim 0726

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga bersama Babinsa Karangtengah Kecamatan Weru Sukoharjo, Sertu Paryono bersama BPBD, dan Gapoktan berinisiatif mengantisipasi kejadian tanggul sungai jebol seperti yang terjadi di desa Grogol.

Mereka melaksanakan kegiatan karyabakti perbaikan tanggul aliran sungai yang melewati desa Karangtengah. Salah satu tujuannya, supaya aliran sungai tidak meluap ke persawahan Desa Karangtengah.

Meski menggunakan material yang minim dan peralatan seadanya, inisiatif warga desa bersama Babinsa ini paling tidak sudah merupakan upaya yang patut diapresiasi.

Baca Juga :  Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Sukoharjo Kini Melampaui Angka 600, Pasien Meninggal Bertambah Satu Orang

Penanganan darurat sengaja dilakukan untuk mempersempit aliran air yang merendam lahan pertanian dan mengancam rumah. Hal itu dilakukan warga dengan menambah turapan dan meninggikan tanggul sungai.

“Sering turun hujan dengan intensitas cukup tinggi sekarang ini, harus segera kita antisipasi. Kalau dibiarkan bisa terjadi banjir bandang tidak hanya merendam tanaman padi namun juga rumah warga. Setidaknya kita sudah berbuat untuk mengurangi keresahan warga,” kata Sertu Paryono, Jumat (10/1/2020).

Baca Juga :  Terus Naik Lur, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Sukoharjo Kini Mencapai 620, Pasien Meninggal Sudah 31 Orang

Dia menyebutkan, intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa hari ini cukup mengkhawatirkan aliran beberapa sungai di kawasan kecamatan Weru, Sukoharjo. Terlebih beberapa hari yang lalu, tanggul Sungai Situri yang berada di wilayah Desa Grogol, Kecamatan Weru jebol. Aria