JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Waduh, Ternyata Program BPNT Sudah Dihapus. Tapi Tenang Diganti Program Sembako yang Nilai Bantuannya Lebih Besar

madu borneo
madu borneo
madu borneo

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tak banyak yang tahu,bahwa pada 2020 ini, Kementerian Sosial (Kemensos) mengubah program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menjadi program Sembako.

Hal tersebut dikatakan sebagai bentuk pengembangan program bantuan sosial pangan. Pasalnya angka bantuan akan dinaikkan dari Rp 110 ribu menjadi Rp 150 ribu per KPM (Keluarga Penerima Manfaat) setiap bulannya.

Program sembako dilaksanakan mulai Januari 2020. Jumlah bantuan sejumlah Rp. 150.000,- dalam bentuk sumber karbohidrat (beras atau bahan pangan lokal seperti jagung, pipilan, dan sagu), sumber protein hewani (telur, ayam, daging sapi, dan ikan segar), dan sumber protein nabati (kacang-kacangan termasuk tempe dan tahu). Nanti penerima bantuan akan ambil bantuan sembako di e-waroeng.

“Kalau tahun lalu komoditas bantuan hanya untuk beras dan telur, sekarang ditambah lagi dengan daging ayam, ikan, kemudian sayur-sayuran,” kata Bupati Wonogiri, Joko Sutopo saat menghadiri sosialisasi bansos sembako di GOR Giri Mandala Wonogiri, Rabu (29/1/2020).

Baca Juga :  Debat Pilkada Wonogiri, Hanya Digelar Sekali Namun Bertaraf Nasional, Digadang-gadang Menjadi Cara Ampuh Menarik Perantau Pulang Kampung Nyoblos

Bupati mengungkapkan poin yang harus dipahami KPM adalah jumlah penerima bantuannya tetap. Yang mengalami perubahan dari program BPNT menjadi program sembako adalah kenaikan nilai bantuan, komoditas bahan pangan, dan tentu saja nilai total bantuan yang akan diterima oleh masyarakat.

Bupati berharap peningkatan angka program sembako ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat. Apalagi, sasaran yang dicapai pemerintah dari penyaluran program sembako adalah menurunkan angka kemiskinan.

“Kemiskinan di Wonogiri saat ini di angka 10 persen sekian, sudah turun banyak dari angka sebelumnya yang mencapai 13 persen. Target kita ke depan bisa turun menjadi 7 persen. Kita harus merubah stigma yang beredar bahwa kita ini kota miskin, kota gaplek, penyumbang urbanisasi nasional. Ini PR bagi kami pemerintah daerah,” terang dia.

Baca Juga :  Soal Bantuan Uang Misterius 700 Ribu Perbulan, Begini Tanggapan Pemerintah Desa Sendang Kecamatan Wonogiri, Kades Sebut Kurang Tepat

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri, Kurnia Listyarini, mengungkapkan di tahun 2019, BPNT dilaksanakan pada bulan November 2018 sampai Desember 2019. Jumlah kuota pada bulan Januari sampai September 2019 sejumlah 81.474, tetapi pada bulan Oktober sampai Desember 2019 jumlah kuota berubah menjadi 76.599.

Adanya penurunan jumlah kuota karena l bantuan masih melakukan rekonsiliasi data penerima sembako. Ada beberapa KPM yang tidak diketahui keberadaanya, KPM yang invalid data, misal nama sama tapi NIP berbeda. Aria