JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

3 Hari Hilang, Keberadaan Jasad Petugas Kebersihan Desa Gondangrejo Masih Misteri. Tim Masih Lakukan Pencarian, Korban Ternyata Kelahiran Sragen

Tim Gabungan saat melakukan pencarian korban diduga hanyut saat mandi di Sendang Kedung Trini. Foto/Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Tim Gabungan saat melakukan pencarian korban diduga hanyut saat mandi di Sendang Kedung Trini. Foto/Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Hingga hari ketiga Jumat (7/2/2020), hilangnya warga Desa Tuban, Gondangrejo, Suwardi (50) masih misteri. Hingga kini keberadaan pria paruh baya yang hilang Rabu (5/2/2020) malam itu, masih belum diketahui.

“Belum diketemukan. Sampai sekarang masih dilakukan pencarian,” papar Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi melalui Kapolsek Gondangrejo, AKP Riyanto, Jumat (7/2/2020).

Ia menyampaikan hingga kini belum ada tanda-tanda di mana keberadaan korban. Menurut Kapolsek, yang bersangkutan memang berprofesi sebagai petugas kebersihan desa.

Di sisi lain, data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , korban ternyata diketahui merupakan warga asli kelahiran Sumberlawang, Sragen.

“Almarhum asli Dukuh Pacing Kerep, Desa Ngandul, Kecamatan Sumberlawang, Sragen. Dia di Gondangrejo ikut istrinya,” tukasnya.

Sebelumnya, Suwardi (50) yang berasal dari Dusun Tuban Lor, Desa Tuban, Kecamatan Gondangrejo itu mendadak hilang saat mandi di Sendang Kedung Trini dekat Sungai Cemara dukuh setempat.

Baca Juga :  Diduga Tersesat, Pendaki Muda Ditemukan Tewas di Gunung Lawu Karanganyar. Korban Ditemukan Tak Bernyawa di Jalur Pendakian Gegerboyo

Diduga kuat, pria paruh baya itu hilang terseret arus sungai yang saat kejadian tengah meluap. Hingga kini keberadaan korban masih menjadi misteri.

Data yang dihimpun, korban diketahui raib tanpa jejak sekitar pukul 16.00 WIB. Menurut keterangan warga, korban seharian diketahui berprofesi sebagai pengambil sampah.

Kebiasaannya, selesai bekerja, kakek malang itu selalu mandi di Sendang Kedung Trini yang dekat dengan Sungai Cemara.

Hilangnya Suwardi kali pertama diketahui dari istrinya. Ia curiga saat salat Ashar, suaminya belum juga ada di rumah.

Seusai salat, istri korban kemudian menengok ke arah peralatan mandi yang sudah kosong. Ia pun berfikir jika suaminya mandi ke sendang seperti biasanya.

Akan tetapi hingga malam hari, ternyata suaminya tak kunjung pulang. Sempat berusaha menanyakan ke rekan-rekannya namun juga nihil jawaban.

Baca Juga :  Satu-Satunya di Karanganyar, SMA Ini Punya Kelas Unggulan 2 Tahun Lulus. Kasihan Murid Jenuh Kelamaan di Rumah, 432 Siswa Langsung Dimasukkan Untuk Ikuti Orientasi Sekolah

“Habis isya, ada warga yang membantu mencari di tepian sungai sepanjang 1 kilometer tapi juga nggak ditemukan. Ada sesama pengambil sampah yang sempat lihat korban turun ke sungai tapi nggak tahu naiknya,” ujar Widodo, teman korban.

Camat Gondangrejo, Rusmanto kepada wartawan mengatakan sekitar pukul 17.18 WIB, sempat ada yang melihat korban turun ke arah sendang. Setelah itu, kemudian korban sudah hilang dan tak kunjung pulang.

“Sehari-hari biasanya memang mandi di situ. Setelah mengais sampah biasanya langsung mandi ke sendang. Ada saksi yang tahu korban sempat turun tapi sampai pukul 17.00 WIB tak naik. Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Search And Rescue (SAR) dengan membuka posko, besok pagi sudah mulai melakukan pencarian,” ujarnya. Wardoyo