JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Bakal Dilintasi Tol Yogyakarta-Solo, Ini Nasib Selokan Mataram

tribunnews

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Proyek jalur tol Yogyakarta-Solo bakal melintasi Selokan Mataram. Mengenai hal itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Yogya-Solo, Wijayanto mengatakan, selokan yang memiliki nilai sejarah tersebut akan  tetap aman.

Menurutnya, konstruksi jalur tol nantinya akan dibuat elevated, yakni di atas Selokan Mataram.

“Selokan mataram akan tetap akan hidup,” ujarnya.

Wijayanto mengatakan, dalam proyek tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti PDAM, Telkom, Pertamina dan instansi lainnya.

Koordinasi itu terkait dengan pengecekan jaringan yang terdampak dari pembangunan tol, terutama jaringan yang terpendam.

Baca Juga :  Pemkot Yogya Gencarkan Pemutusan Penularan Covid-19, Ini Yang Dilakukan    

“Petanya bersinggungan dengan peta kita tidak? Kalau (terpendam) di dalam berapa meter akan kelihatan. Harus dipindah. Kita yang memindah ya kita yang membiayai,” ujarnya.

Koordinasi ini dilakukan setelah konsultasi publik dengan masyarakat selesai. Setelah ada pematokan dan penetapan lokasi (penlok), maka akan ketahuan instalasi apa yang terdampak.

“Kalau jalur sudah disetujui masyarakat, sudah melakukan pemasangan patok, persiapan penlok. Maka baru kita koordinasikan dengan instansi terkait,” ungkapnya.

Termasuk, ujar Wijayanto, dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSSO) yang membidangi Selokan Mataram.

Baca Juga :  Yogyakarta Terdapat Tambahan 74 Kasus Covid-19

Sebagaimana diketahui, Selokan Mataram tidak hanya memiliki manfaat bagi masyarakat DIY, namun juga memiliki nilai sejarah tersendiri.

Oleh karen itu, Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY Krido Suprayitno menjelaskan nantinya selokan mataram akan dijadikan ikon tersendiri bagi tol yang ada di DIY. Baik tol Jogja-Solo, Jogja-Bawen, dan Jogja-Kulonprogo.

“Dipastikan tidak mengganggu fungsi selokan dan menjadikannya ikon DIY,” ungkap Krido.

Ia mengaku belum melakukan pembicaraan dengan BBWSSO, namun upaya tersebut direncanakan akan dilakukan pada awal Maret mendatang.

Tidak hanya dengan BBWSSO, namun juga dengan instansi lain terdampak seperti Dishub dan PDAM saat konsultasi publik.

www.tribunnews.com