JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Bersama 17 Dokter Muda, PMI Solo Gelar Kegiatan Susur Kampung di TPA Putri Cempo

Palang Merah Indonesia (PMI) Solo menggelar kegiatan susur kampung bersama 17 Dokter muda dari Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Kamis (6/2/2020). Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Solo menggelar kegiatan susur kampung bersama 17 Dokter muda dari Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Kamis (6/2/2020). Kegiatan susur kampung dilakukan di Kelurahan Mojosongo, Kecamayan Jebres, tepatnya di kawasan TPA Putri Cempo.

“Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan konsultasi. Kali ini sebanyak 17 dokter muda di bagi menjadi dua kelompok, Kelompok pertama di area TPA dan kelompok kedua ke area pemukiman warga di RT 1,2, dan 3 RW 39,” ujar Sekretaris PMI Solo, Sumartono Hadinoto.

Selain dibekali obat, para dokter muda tersebut juga juga didampingi oleh dokter PMI, Apoteker, perawat dan beberapa relawan yang turut membantu kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Dimulai November 2020, Pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta Diawali dari Prambanan

“Program susur kampung ini adalah bentuk kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) dalam program Stase Terintegrasi dan telah berjalan sejak 2017, kemudian kegiatan ini masuk dalam program DK atau Dompet Kemanusiaan PMI Solo. Bekerja sama dengan SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat), dan kader-kader PKK kami mendapatkan informasi tentang kebutuhan kesehatan bagi warga masyarakatnya. SIBAT dan kader-kader PKK inilah yang menjadi tangan panjang kegiatan kemanusian di kelurahan-kelurahan kota Surakarta,” pungkas Sumartono.

Baca Juga :  Danlanud Adi Soemarmo Pimpin Sertijab Danskadik 401, Danskadik 404 dan Kepala RSAU. dr. Siswanto

Sementara itu, salah satu dokter muda, Emanuel menyampaikan bahwa susur kampung kali ini ada tantanganya tersendiri.

“Kami yang biasa memeriksa pasien tertutup diruangan klinik atau rumah sakit, kali ini tempatnya bukan hanya terbuka, tetapi juga becek, bau sampah dan beberapa kali kami harus minggir karena banyak truk berlalu lalang dan juga hewan sapi yang dibiarkan. Dari total 3 RT ditambah area TPA, total 30 pasien yang telah diperiksa, 7 pasien diantara diberikan terapi berupa obat, dan pegel linu serta hipertensi menjadi keluhan terbanyak dari pasien,” tukasnya. Triawati PP