JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Curhat Pilu Driver Ojek Online Korban Peluru Nyasar Polisi di Masaran Sragen, Jelang Dioperasi. Hanya Mikirkan Ibunya di Rumah Sendirian dan Takut Sakit !

diberondong tembakan
Ilustrasi penembakan pistol. Dok/JSnews
diberondong tembakan
Ilustrasi

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Ada cerita memilukan dari Endro Prasetyo (27) driver ojek online (Ojol) yang terkena peluru nyasar polisi dalam penyergapan komplotan pencuri di pertigaan Pasar Masaran, dua malam lalu.

Sebelum dioperasi pengangkatan proyektil yang bersarang di tubuhnya, pemuda bungsu dari enam bersaudara asal Dukuh Kedusan RT 15, Karangmalang, Sragen itu sempat curhat saat dijenguk ibunya, Saliyem (65) di RSUD Dr Moewardi Solo, Rabu (26/2/2020) lalu.

Saliyem kepada JOGLOSEMARNEWS.COM mengatakan saat dirinya menjenguk bungsunya itu, Endro tak banyak berkata-kata.

“Dia hanya bilang namung mikirke mboke. Kalau malam ditinggal ngojek sendirian di rumah. Takut nak Mboke sakit katanya,” tutur Saliyem ditemui di rumahnya.

Saliyem kemudian bercerita bahwa Endro adalah putra bungsu dari enam bersaudara. Bapaknya sudah berpulang sejak lama.

Selama ini, hanya Endro yang menemaninya di rumah. Sementara sejak bekerja sebagai driver ojol setengah tahun lalu, dirinya praktis lebih banyak di rumah sendirian jika ditinggal putranya ngojek.

Baca Juga :  Awas, 3 Pasien Baru Positif Covid-19 Sragen Belum Terlacak Sumber Penularnya. Berikut Daftar 4 Tambahan Pasien Positif Tanggal 18 September!

Saliyem menuturkan, dirinya sempat menangis karena baru tahu kabar putranya terkena tembakan Rabu (27/2/2020) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Kabar itu diketahuinya datang dari tetangganya.

Sedangkan putranya, atau kakak Endro yang sempat membawa ke RSUD Moewardi Solo, diduga sengaja tidak memberi tahu sang ibu karena takut kepikiran.

“Saya begitu dengar kabar langsung nangis. Saya langsung minta diantar mau nengok anak saya, saya ke rumah sakit jam 11.00 WIB sampai jam 14.00 WIB. Mudah-mudahan cepat sembuh,” tutur Saliyem.

Sunarsi (35) kakak Endro menambahkan kabar pertama kali musibah itu didengar oleh kakaknya, Wiji. Dia sendiri juga sempat kaget ketika mendengar kabar adiknya kena peluru.

“Ya geger semua, saya sempat nggak percaya. Masa kerja nyepeda kok kena peluru. Tapi Alhamdulillah kondisinya cuma luka di lengan dan perut samping. Doakan ya Mas mudah-mudahan cepat baik dan bisa kerja lagi,” tutur Narsi.

Baca Juga :  Jualan Sepi Dampak Pandemi Covid-19, Tukang Pentol Goreng Asal Tangen Nekat Bunuh Diri Terjun dari Jembatan Sapen. Padahal Anak Keduanya Masih Bayi

Endro terkena peluru nyasar polisi yang menyergap komplotan pencuri diesel yang kabur dari arah Grobogan melewati Masaran, Rabu (26/2/2020) malam. Berondongan tembakan polisi yang menyergap, sebagian pelurunya nyasar ke sekitar.

Endro terkena peluru dari lengan kiri tembus ke perut samping. Dua peluru nyasar ke mobil penjual ayam goreng di dekat lokasi, Gunawan (60). Mobil itu pecah kacanya bagian depan dan samping.

Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo memastikan bahwa insiden peluru nyasar itu bukan unsur kesengajaan. Menurutnya kegiatan penyergapan pencuri dan penembakan sudah sesuai protap.

Pihaknya juga siap bertanggungjawab menanggung semua biaya pengobatan korban yang kena peluru nyasar dan perbaikan mobil.

“Kondisi lukanya nggak begitu parah. Cuma untuk ngeluarkan proyektil saja. Kami akan tanggung biaya pengobatan sampai sembuh,” tandasnya. Wardoyo