JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Diduga Keracunan Ayam Goreng, Puluhan Siswa SDIT Muhammadiyah di Karanganyar Dilarikan ke Puskesmas

Sejumlah siswa masih terbaring di bangsal Puskesmas Jumapolo, Selasa (18/2/2020). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Sejumlah siswa masih terbaring di bangsal Puskesmas Jumapolo, Selasa (18/2/2020). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Sebanyak 25 siswa siswi sekaligus santri Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Muhammadiyah, Jumapolo, diduga mengalami keracunan makanan, Senin (17/02/2020) malam.

Para siswa kelas VI ini diduga mengalami keracunan ayam goreng dan saos saat makan malam yang disajikan oleh pihak sekolah. Menurut kesaksian siswa, ayam goreng yang disajikan sudah bau.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SDIT Muhammadyah Jumapolo, Nuruddin, mengatakan, kejadian bermula sekitar pukkul 18.30 WIB, saat para siswa makan malam yang disajikan oleh pihak sekolah dengan lauk daging ayam goreng tepung serta saos.

Baca Juga :  Dapat Restu Jokowi, Pemkab Karanganyar Langsung Kebut Perubahan Anggaran. Anggaran Refokusing Covid-19 Rp 247 Miliar Diperkirakan Hanya Sisa Rp 5-10 Miliar

Menurutnya, dua jam setelah makan, atau tepatnya pukul 21.00 WIB, para siswa mulai mengalami pusing dan mual.

Mengetahui banyak siswa yang mengalami pusing dan mual, jelasnya, secara bergantian para siswa ini, dibawa ke Puskesmas Jumapolo.

Dari 25 siswa tersebut, hanya lima siswa yang menjalani rawat inap, sedangkan sisanya menjalani rawat jalan.

“Siswa- siswi kami ini mengalami mual dan pusing usai makan malam dengan lauk ayam goreng tepung. Secara bergantian, mereka kami bawa ke Puskesmas untuk menjalani pemeriksaan,” paparnya Selasa (18/2/2020).

Baca Juga :  Kembali Melonjak, 2 Warga Karanganyar Ditemukan Positif Terpapar Covid-19. Berasal dari Colomadu dan Tasikmadu. Total 14 Warga Positif Dirawat

Nuruddin menguraikan hingga kini pihak sekolah masih terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kesehatan para siswanya.

Terpisah, Taryadi, petugas bidang pengendalian penyakit menular dan tidak menular Puskesmas Jumapolo, menyatakan para siswa awalnya memang mengalami gejala pusing, sesak nafas dan muntah.

“Kita masih mencari tahu penyebabnya dengan membawa sisa makanan ke laboratorium,” jelasnya. Wardoyo