JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Fraksi Golkar dan PDIP Puji Pemerintah yang Tolak Pulangkan WNI Eks ISIS

Suasana pengungsian di Al-Hawl, Suriah, 23 Mei 2019 / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Keputusan pemerintah yang tidak akan memulangkan WNI eks ISIS mendapat apresiasi dari beberapa pihak.

Sejumlah anggota DPR pun juga mengungkapkan apresiasinya. Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin mengatakan para eks ISIS itu sangat berbahaya jika dipulangkan karena berpotensi menyebarkan ideologi radikal di Tanah Air.

“Keputusan pemerintah untuk tidak memulangkan WNI eks ISIS ke Indonesia sudah sangat tepat,” kata politikus PDIP ini melalui keterangan tertulis, Rabu (12/2/2020).

Baca Juga :  Unggah Foto Wapres Ma'ruf Amin Disandingkan dengan Aktor Porno Jepang, Sulaiman Dilaporkan ke Polisi. Pelaku Sudah Hapus Foto dan Tulis Surat Permintaan Maaf

Respons senada disampaikan anggota Komisi I DPR Christina Ariyani. Politikus Golkar ini menilai keputusan itu diambil berdasarkan kajian mendalam dan komprehensif oleh pemerintah.

“Aspek manfaat dan mudarat tentu sudah ditimbang seksama oleh pemerintah, utamanya menyangkut perlindungan 260 juta rakyat Indonesia,” ujar Christina melalui keterangan tertulis, Rabu (12/2/2020).

Christina pun melanjutkan, sikap pemerintah ini diharapkan menghentikan polemik yang sempat berkembang di publik ihwal pemulangan WNI eks ISIS.

Baca Juga :  Kalap, Perempuan ini Kepruk Imam Masjid dengan Balok Kayu Saat Salat Zuhur, Pelaku Mengaku Kesal Karena Korban Nikahkan Suaminya Tanpa Izin

Kemarin, pemerintah memutuskan tak akan memulangkan 689 WNI eks pendukung ISIS yang tersebar di sejumlah negara. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud Md mengatakan mereka mengancam keselamatan seluruh warga Indonesia jika dipulangkan.

“Keputusan rapat tadi, pemerintah harus memberi rasa aman dari ancaman teroris dan virus-virus baru terhadap 267 juta rakyat Indonesia. Karena kalau FTF (foreign terrorist fighters) ini pulang bisa jadi virus baru yang membuat rakyat 267 juta tidak aman,” kata Mahfud di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020).

www.tempo.co