JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Geger 8 Siswa SMP Mandi Bersama di Embung Kragan, 2 Orang Kemudian Ditemukan Jadi Mayat

Foto/Humas Polda
Foto/Humas Polda

REMBANG,JOGLOSEMARNEWS.COM Warga di Desa Woro, Kecamatan Kragan Rembang digemparkan dengan kejadian dua orang bocah meninggal dunia setelah tenggelam di embung desa setempat Minggu (23/2/2020) sekira pukul 09.00 WIB.

Mereka ialah Niko Syahputra dan Samsul Ma’arif. Mereka adalah warga RT 03 RW 04, dan masih berusia 13 tahun. Keduanya masih sekolah disebuah SMP.

Kejadian tersebut bermula ketika keduanya bermain diembung yang memiliki luas 400 meter dengan kedalamam sekitar 3 sampai 4 meter bersama dengan 6 teman-temannya.

Kapolsek Kragan Polres Rembang Iptu Setiyanto mengatakan, dari dua anak yang menjadi korban satu diantara bermaksud memberikan pertolongan temannya yang tenggelam.

Baca Juga :  Klaster Covid-19 Pulang Hajatan di Padamara Meluas. Satu Warga Positif Covid-19 Langsung Tulari 3 Warga Tetangganya, Dijemput Ambulans Sambil Dikawal Polisi

Namun teman-teman korban yang ada dilokasi kejadian tidak mengetahui secara pasti siapa diantara korban yang lebih dulu tenggelam, dan siapa yang bermaksud memberikan pertolongan.

Menurut Kapolsek, lokasi embung berada di tengah sawah, sekitar 10 KM dari pemukinan penduduk, dan tanpa pagar.

“Dua orang korban bersama enam temanya, sedang bermain di embung Celengan Desa Woro yang dalamnya kurang lebih 3 sampai 4 meter. Keduanya orang korban mandi kemudian. Satunya tenggelam dan satu bermaksut menolong,” kata Kapolsek dilansir Tribratanews Polda Jateng, Senin (24/02/2020) pagi ini.

Baca Juga :  Pembangunan Kampung Keluarga Berkualitas di Blora Terus Dipacu

Warga setempat langsung berdatangan, setelah sebagian teman korban mencari pertolongan warga yang ada disekitar lokasi kejadian.

Keduanya langsung dilarikan ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan pertolongan. Namun naas, korban tak dapat diselamatkan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan. Korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Oleh karena itu, masyarakat diingatkan untuk senantiasa mengawasi putra-putrinya. Bagi yang tidak bisa berenang lebih baik dilarang berenang,” pungkas Kapolsek Kragan Iptu Setiyanto.

Hujan air mata mengiringi pemakaman kedua bocah tersebut. Mengingat mereka merupakan anak kesayangan masing-masing keluarga. JSnews