JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Hendak Ritual Kungkum, Pengunjung Sendang Manten Tawangmangu Malah Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Gubug. Saat Ditemukan Dalam Kondisi Begini!

Camat Tawangmangu, Rusdiyanto saat memimpin evakuasi jenasah pengunjung Sendang Manten, Pringgondani, Tawangmangu, Senin (3/2/2020). Foto/Wardoyo
Camat Tawangmangu, Rusdiyanto saat memimpin evakuasi jenasah pengunjung Sendang Manten, Pringgondani, Tawangmangu, Senin (3/2/2020). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Warga di kawasan Sendang Manten di Tawangmangu, Karanganyar digegerkan dengan temuan mayat seorang pria di dalam gubug di kawasan itu, Senin (3/2/2020) siang.

Pria pengunjung Sendang Manten itu diketahui bernama Henry Bayu Tumanggor (54). Warga Dusun Punggul  RT 002/RW 001, Desa Punggul, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur itu ditemukan tewas saat hendak melakukan ritual sesirih di Sendang Tujuh Pancuran kawasan Pringgodani, Tawangmangu.

Korban ditemukan tewas di Sendang Manten, Pancuran 7, Pringgondani, Kelurahan Blumbang, Kecamatan Tawangmangu sekitar pukul 14.45 WIB.

Data yang dihimpun di lapangan, tewasnya pengunjung paruh baya itu diketahui dari laporan rekan korban kepada petugas.

Kejadian kali pertama diketahui oleh Nardi, salah satu rekannya yang juga pemilik warung di bagian atas. Korban selama ini dikenal sering melakukan ritual kungkum di sendang, sampai rela membuat gubug di wilayah itu.

“Almarhum ditemukan di dalam kamar gubugnya di dekat Sendang Manten. Dia sudah tiga hari di situ, biasanya datang untuk ritual Selasa Kliwon di Sendang Manten. Nah, tadi itu Pak Nardi turun mengetuk pintu, karena biasanya siang sudah naik ke Pancuran 7. Ternyata setelah diketuk-ketuk nggak ada jawaban dan reaksi,” papar Camat Tawangmangu, Rusdianto kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (3/2/2020) petang.

Baca Juga :  Kepala Satpol PP Karanganyar Ingatkan Hajatan di Wilayah Positif Covid-19 dan Berisiko Sebaiknya Dibatalkan Dulu. Jika Nekat Bisa Dibubarkan!

Karena tak ada jawaban, Nardi berinisiatif membuka pintu gubug. Saat itu ia mendapati korban dalam kondisi tergeletak seperti tertidur.

Namun ia curiga karena korban sama sekali tak bergerak. Kemudian baterai HP milik korban yang sedang dicas juga habis dan menunjukkan nyala merah.

“Ternyata setelah dicek, korban sudah meninggal dunia,” terang Rusdiyanto.

Ia menguraikan saat kali pertama ditemukan, kondisi korban tidak telanjang akan tetapi mengenakan pakaian lengkap. Setelah mendapati itu, Nardi dan Pak Brewok langsung melaporkan penemuan mayat korban ke petugas.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19 Bawa Berkah Bagi Lulusan Stikes 17 Karanganyar, Banyak yang Diterima Kerja di Rumah Sakit

Tak lama berselang, tim gabungan dari Kecamatan Tawangmangu, Polsek, anggota Kodim, serta para relawan, langsung menuju ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

Setiba di lokasi, tim langsung mengevakuasi jasad korban ke Puskesmas Tawangmangu untuk menjalani identifikasi dan visum.

Camat Rusdiyanto menambahkan meninggalnya korban diduga akibat kelelahan dan kedinginan. Terlebih selama ini korban dikenal memilki riwayat penyakit jantung koroner dan baru empat bulan lalu berobat.

“Korban memang sakit-sakitan. Ceritanya korban bersama rekannya baru tiba di lokasi sejak tiga hari lalu. Rencananya akan melakukan tirakatan setiap malam Selasa Kliwon. Namun diduga akibat kelelahan  karena memiliki riwayat penyakit jantung serta kedinginan, korban meninggal dunia,” terang Rusdiyanto.

Sementara itu, berdasarkan hasil otopsi yanag dilakukan oleh Puskesmas  Tawangmangu yang dilakukan oleh tim Inafis Polres Karanganyar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Selesai dilakukan otopsi, jasad korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Wardoyo