JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Ini 3 Persamaan Bahaya Rokok Elektrik dan Rokok Konvensional, Sama-sama Mengandung Nikotin

Ilustrasi rokok elektrik atau vape. Pixabay

JOGLOSEMARNEWS.COM — Rokok elektrik atau vape semakin populer di Indonesia. Bentuk, kemasan, hingga rasanya pun semakin beragam yang semakin menggoda para perokok untuk mencobanya.

Tak hanya itu, dengan iming-iming rokok elektrik tidak lebih berbahaya dibandingkan rokok konvensional.

Tak heran banyak perokok konvensional yang berpindah ke rokok elektrik. Lalu benarkah rokok elektrik tak berbahaya?

Namun kenyataannya rokok elektrik yang ternyata tidak kalah bahaya dengan rokok konvensional telah terbukti dengan ditemuinya satu kasus di Indonesia.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Agus Dwi Susanto menceritakan pasien yang ia temui ini sebelumnya 10 tahun merokok konvensional.

Kemudian ia berpindah ke rokok elektrik dan setelah aktif merokok elektrik selama enam bulan paru-paru pasien mengalami kebocoran (pneumothorax).

“Karena paru-parunya bocor jadi harus dipasangkan selang. Sepuluh tahun memakai rokok konvensional tidak ada keluhan, begitu enam bulan sudah pneumothorax,” kata dr. Agus saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Rabu (15/1/2020).

Pasca kejadian tersebut dr. Agus menyebutkan kalau pasien tersebut sudah kapok merokok dan berhenti menghisap produk yang mengandung nikotin.

Baca Juga :  Waspadai Penyakit MIS-C pada Anak yang Terinfeksi Virus Corona: Gejala Muncul 3-4 Minggu setelah Kena Covid-19, Bisa Tanpa Demam, Batuk, dan Sesak

“Sekarang dia kapok enggak mau pakai kedua-keduanya,” tutur dr. Agus.

Kasus kebocoran paru-paru ini pun akan dilaporkan kepada lembaga internasional Asia Pasific Society of Respirology.

“Akan dilaporkan sebagai kasus akibat rokok elektrik pertama di Indonesia,,” tutur dr. Agus.

Dr. Agus juga menyebutkan rokok elektrik tidak kalah bahagianya dibandingkan dengan rokok konvensional.

Rokok elektrik juga mengandung nikotin yang bikin adiksi atau ketagihan kemudian, dan ada zat karsinogen yang dapat menimbulkan kanker paru dan peradangan di saluran pernafasan.

“Ketika merokok, juga adalah menghisap, menghirup, dan mengingalasi sehingga yang kena saluran pernafasan dan paru,” pungkas dr. Agus

Faktanya rokok elektrik juga sama bahayanya dengan rokok konvensional yang akan mempengaruhi kesehatan tubuh.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Agus Dwi Susanto menyebutkan ada tiga persamaan bahaya rokok elektrik dan konvensional.

1. Sama-sama mengandung Nikotin
Rokok konvensional maupun rokok elektrik sama-sama mengandung nikotin yang bersifat adiksi sehingga membuat penggunanya ketagihan

Baca Juga :  Disebut Tinggi Kolesterol, Ini Sederet Manfaat Telur Puyuh, Mulai Cegah Penyakit Kronis hingga Meningkatkan Kesehatan Jantung

Kalau sudah ketagihan maka jumlah nikotin yang diisap semakin banyak dan dapat memancing penyakit kardiovaskular seperti jantung.

“Kalau nikotin masuk ke dalam tubuh, dia akan masuk ke dalam pembuluh darah yang bikin penyakit kardiovaskular,” kata dr. Agus ditemui di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Rabu (15/1/2020).

2. Sama-sama Mengandung Karsinogen
Nikotin yang terdapat pada rokok konvensional dan rokok elektrik mengandung zat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker yang spesifiknya kanker paru-paru.

Paru-paru memang menjadi keganasan rokok karena prosesnya yang dihirup melalui organ-organ saluran pernafasan.

“Kegiatan merokok juga adalah menghisap, menghirup dan menginhalasi sehingga yang pertama kena saluran napas dan paru,” ucap dr. Agus.

3. Sama-sama mengandung toxic iritatif
Sifat toxic iritatif tidak hanya ada di rokok konvensional tapi juga di rokok elektrik yang risikonya merangsang peradangan di saluran pernafasan seperi saluran pernafasan akut (ISPA).

“Ispa itu lebih tinggi terjadi perokok, lalu berikutnya asma. Pada beberapa penelitian, risiko-risiko itu juga muncul pada perokok elektrik,” pungkas dr. Agus.

www.tribunnews.com