JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Sudah Bakar Paspor WNI, Disa Sebut Para Mantan ISIS Tak Layak Diterima Kembali ke Indonesia. Camat Tasikmadu Ingatkan Cuci Otak Radikalisme

Pengukuhan pengurus PP Karanganyar Kecamatan Tasikmadu. Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Pengukuhan pengurus PP Karanganyar Kecamatan Tasikmadu. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Karanganyar secara tegas menolak kepulangan 600 Warga Negara Indonesia mantan anggota ISIS.

Hal tersebut dikatakan Ketua MPC PP Karanganyar, Disa Ageng Aliven, usai pengukuhan pengurus ranting PAC PP Kecamatan Tasikmadu, yang dilanjutkan dengan jalan santai dan pembagian sembako, Minggu (09/02/2020).

Menurut Disa, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan terkait kepulangan mantan anggota ISIS yang telah membakar paspor mereka ini.

Dengan perilaku itu, dikhawatirkan akan menyebarkan paham yang selama ini mereka yakini kebenarannya. Disisi lain, jika mereka kembali, maka mereka akan dikucilkan. Dan ini, akan menimbulkan bibit baru terorisme.

“ Makanya kami dari MPC PP Karanganyar, secara tegas menolak kepulangan para mantan anggota ISIS ini. Banyak hal yang harus dipertimbangkan. Apalagi mereka elah menyatakan keluar dari NKRI dan membakar paspor mereka. Disisi lain, jika mereka kembali ke tanah air, dikhawatirkan akan menyebarkan paham yang meraka anut selama ini,” paparnya.

Baca Juga :  Terus Meroket, Kasus Positif Covid-19 Karanganyar Melambung Jadi 642 Kasus. Jumlah Warga Meninggal Probabel Hingga Positif Mencapai 124 Orang

Disa menguraikan saat ini ada empat hal yang harus diwaspadai. Yang pertama adalah paham radikalisme, komunisme, liberalisme yang kebablasan serta narkoba.

Untuk itu, ia meminta kepada seluruh kader Pemuda Pancasila di Karanganyar, semakin gencar melakukan sosialisasi tentang Pancasila, untuk membendung paham radikalisme ini.

“Kepada seluruh kader PP, saya tidak henti-hentinya menghimbau untuk tetap membumikan Pancasila sebagai salah satu benteng untuk melindungi generasi muda dari berbagai ancaman, terutama ancama paham radikalisme,” tandasnya.

Baca Juga :  Makin Ganas, Kasus Positif Covid-19 Karanganyar Meroket Jadi 671 Kasus. Jumlah Warga Meninggal Probabel Hingga Positif Sudah Mencapai 125 Orang

Camat Tasikmadu, Djunaidi menyampaikan tantangan yang dihadapi generasi milenial saat ini semakin kompleks. Narkoba dan pengaruh radikalisme adalah ancaman yang paling menonjol.

Oleh karena itu, ia memandang generasi milenial harus memiliki benteng diri yang kokoh sehingga mampu menangkal bekerjanya paham ideologi liberalisme.

Salah satu modusnya dengan narkoba dan paham radikalisme agama melalui aksi penggalangan dan cuci otak generasi muda untuk ikut kelompok radikal dan bahkan teroris.

“ Salah satunya dengan terus menerus melakukan penguatan ideologi Pancasila kepada generasi muda,” kata dia. Wardoyo