loading...

JAKARTA, JOGLOSEMAR NEWS.COM  – Berapa sebenarnya biaya pemulangan 237 WNI yang telah dievakuasi daei Wuhan, China, sampai ke rumah maaing-masing.

Menurut perkiraan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), diperlukan biaya setidaknya Rp 12 miliar untuk kepentingan tersbut.

Dana teersebut digunakan untuk berbagai keperluan mereka hingga sampai di rumah masing-masing.

“Diperkirakan untuk memulangkan butuh Rp 12 miliar,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Agus Wibowo, saat dihubungi Tempo, Jumat (14/2/2020).

BNPB memang cukup banyak mengambil porsi dalam langkah pemulangan para WNI itu ke rumah masing-masing.

Setelah resmi masa observasi selesai pada Sabtu, 15 Februari besok, mereka akan diterbangkan seluruhnya dari Natuna, Batam, Kepulauan Riau ke Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Kementeruan Kesehatan akan menjadi penanggungjawab dalam memastikan kondisi mereka dalam keadaan sehat.

Sedangkan Kementerian Dalam Negeri akan mengkoordinasikan seluruh pemerintah daerah untuk menjemput para WNI dari wilayah asalnya masing-masing saat tiba di Jakarta.

Sementara itu, Agus mengatakan BNPB akan menyiapkan transportasi, logistik, tiket, hingga uang saku bagi mereka.

Dana Rp 12 miliar digunakan untuk keperluan ini. “Sudah digunakan Rp 3 miliar, sedang proses pencairan Rp 4 miliar untuk keperluan pemulangan dan lain-lain,” kata dia.

Diketahui bahwa dari 238 warga yang dipulangkan dari Wuhan, tiba di Indonesia sejak 2 Februari 2020 lalu.

Mereka menjalani masa karantina wajib, sesuai standar dari organisasi kesehatan dunia (WHO).

Pemerintah telah berkali-kali menegaskan bahwa mereka ada dalam kondisi sehat dan bebas dari virus Corona.

Perjalanan kepulangan mereka bukan hal yang mudah. Setelah sempat terkunci di Wuhan karena isolasi pemerintah Cina, pemerintah Indonesia akhirnya mengirimkan tim untuk menjemput mereka. Dari total 245 orang yang terjebak di sana, hanya 238 yang dapat dipulangkan.

www.tempo.co

Baca Juga :  Tjahjo Kumolo Usulkan Uang Pensiun PNS Rp 1 Miliar, Ini Alasannya