JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Setelah 8 Bulan Jadi Misteri, Puing dan Jenazah Penumpang Heli MI-17 Ditemukan

ilustrasi / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Setelah delapan bulan hilang di pegunungan Papua dan tak ada kabarnya, akhirnya puing-puing heli MI-17 Penerbad No Reg HA 5138 ditemukan.

Jumat (14/2/2020) sekitar pukul 12.30 WIT, tim evakuasi berhasil menuju lokasi puing dan menemukan 12 jenazah.

Diketahui, helikopter tersebut hilang pada 28 Juni 2019 di Pegunungan Papua.

“Tim evakuasi dari Yonif 751 Raider tiba di lokasi puing setelah berjalan mendaki selama kurang lebih lima jam dari base camp yang dirikan sejak kemarin,” ujar Wakapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi, dalam keterangan tertulis.

Baca Juga :  Hasil Seleksi CPNS 2019 Diumumkan Hari Ini, Peserta yang Tak Lolos Bisa Ajukan Sanggahan. Ini Caranya

Sebelumnya, tim evakuasi lebih dulu diturunkan dengan menggunakan tali dari heli angkut personel di base camp.

Puing sebenarnya lebih dulu ditemukan pada 10 Februari lalu di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang. Namun tim evakuasi tak bisa langsung ke sana karena sulitnya medan.

Danfem 172/PVY Kolonel Inf Binsar Sianipar mengatakan pihaknya menemukan 12 jenazah korban yang seluruhnya berada di sekitar lokasi kepingan body pesawat.

“Identitas sembilan jenazah bisa kita kenali dari pakaian dan atribut yang mereka kenakan, sedangkan tiga jenazah lagi masih diperlukan proses identifikasi lebih lanjut,” ujar Binsar.

Baca Juga :  Momen Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Ini Pesan Menkeu Sri Mulyani dan Menag Fachrul Razi untuk Generasi Muda Indonesia

Ia mengatakan untuk memastikannya, diperlukan proses identifikasi dari tim medis secara detail kepada 12 jenazah setelah berhasil dievakuasi.

Namun, menurut Binsar, evakuasi belum bisa dilaksanakan karena kondisi cuaca dan medan yang sangat ekstrem. Ia menyebut tim belum bisa melakukan evakuasi terhadap jenazah korban sore ini.

“Direncanakan besok proses evakuasi jenazah akan kita mulai. Tim akan membawa turun jenazah ke titik yang bisa dijangkau oleh heli kita. Untuk selanjutnya dievakuasi melalui udara,” kata Binsar.

www.tempo.co