JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Jadi Irup di SMAN 3 Sragen, Dandim Sragen Sebut Pemahaman Agama Terlalu Fanatik dan Menjelekkan Kelompok Lain Adalah Bentuk Radikal Kanan!

Dandim saat memimpin upacar bendera dan pembinaan wawasan kebangsaan di SMAN 3 Sragen. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Dandim saat memimpin upacar bendera dan pembinaan wawasan kebangsaan di SMAN 3 Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Dua insiden bernuansa faham radikalisme dan intoleransi yang terjadi di dua SMA dan SMKN di Sragen beberapa waktu lalu, membuat Pemkab dan jajaran Forkompida mulai tergerak.

Sebanyak 64 SMA dan SMK di seluruh Sragen, Senin (10/2/2020) pagi tadi mendapat pengarahan dan pembinaan wawasan kebangsaan dan ideologi Pancasila dari jajaran pejabat Forkompida dan Muspika.

Salah satunya adalah SMAN 3 Sragen yang tadi pagi dihadiri Dandim 0725/Srg, Letkol Kav Luluk Setyanto. Dandim hadir sebagai pembina upacara sekaligus inspektue upacara.

Upacara pengibaran bendera itu diikuti  1100 siswa, guru karyawan di SMAN yang dipimpin Kasek Sukarno itu. Dandim hadir bersama Danramil Sragen,  Kapten Cpl Petrus Catur Setyanto (Danramil 01/Sragen), dan perwakilan Kesbangpolinmas.

Baca Juga :  Cerita di Balik Temuan 2 Mahkluk Jenglot Yang Gemparkan Sragen. Air di Sekitarnya Mendadak Seperti Mendidih, Warga Sempat Ketakutan Tak Ada Yang Berani Mengambil

Dalam amanatnya, Dandim mengatakan upacara sekaligus pembinaan wawasan kebangsaan secara serentak di semua SMA dan SMK itu merupakan bentuk kecintaan kita, wujud kasih sayang kepada generasi anak-anak muda di Sragen.

Menurutnya, tujuan kegiatan itu tak lain untuk mengingatkan kembali tentang pentingnya suatu wawasan kebangsaan dan penguatan ideologi Pancasila untuk generasi muda.

“Kejadian yang terjadi SMK N 2 Sragen dan SMA N 1 Gemolong merupakan bentuk ketidakpahaman tentang sesuatu hal. Kita kurang memahami perbedaan itu adalah indah, perbedaan tidak harus dipertentangkan tetapi dirangkai untuk menjadi keindahan untuk saling menghormati satu dengan yang lain,” paparnya.

Dandim menguraikan bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar dan indah karena keberagamannya. Menurutnya dengan semangat Sumpah Pemuda dapat mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca Juga :  Terungkap, Aksi Perusakan Tugu PSHT di 3 Kecamatan di Sragen Libatkan Rombongan IKSPI. Diduga Untuk Show Of Force, Sempat Kocar-Kacir Dihalau Polisi Hingga Puluhan Motor Ditinggal

Ia juga meminta generasi milenial di Sragen bisa memperekatkan, mempersatukan segala macam perbedaan dan keberagaman yang ada di nusantara.

Ia juga meminta jika ada paham fanatik, hendaknya bisa harus disikapi dengan dewasa dan akal pikiran yang bersih.
Menurutnya, meskipun memiliki keyakinan dan kepercayaan yang berbeda-beda, ha itu tidak usah dipermasalahkan.

Sebaliknya, semua harus belajar menghormati perbedaan yang ada dan tak memaksakan perbedaan kepada orang lain.

“Pemahaman agama yang terlalu fanatik yang tekadang menjelekan kelompok lain. Itulah bentuk perkembangan dari radikal kanan yang ada saat ini. Kita harus hati-hati dan harus pandai memilah jangan asal saja,” tandasnya. Wardoyo