JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Belajar dari YouTube, 2 Pria Ini Mencetak Uang Palsu

Tersangka pembuat uang palsu asal Jakarta Timur AA dan RFI ditangkap di Bekasi / tempo.co

BEKASI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di era teknologi ini, belajar sesuatu bisa melalui youTube. Namun sayangya, dua pria ini menggunakan youTube untuk belajar memproduksi uang palsu.

Akhirnya, pria bernama Azis (40) dan temannya berinisial RFI (21) tersebut diringkus aparat kepolisian Polsek Tambun, Kabupaten Bekasi. Mereka memproduksi sekaligus menjadi pengedar uang palsu.  

Dalam aksinya yang sudah berlangsung tiga tahun tersebut, mereka menggunakan kertas HVS ukuran A4.

“Saya yang mencetak, belajarnya dari YouTube,” kata Aziz kepada wartawan di Mapolsek Tambun, Senin (10/2/2020).

Aziz menuturkan, sepekan sekali bisa mencetak hingga setara Rp 3 juta. Adapun nominal yang diproduksi adalah pecahan Rp 50.000, Rp 20.000 dan Rp 10.000.

Uang palsu produksinya diedarkan sendiri ke pedagang-pedagang kecil di Jakarta Timur dan Bekasi.

Baca Juga :  Terdampak Protokol Kesehatan, Harga Paket Umrah Diperkirakan Naik 10 Persen

“Kadang habis, kadang enggak (sisa),” kata dia.

Ia mengatakan, sengaja mencetak pecahan kecil di bawah Rp 100.000. Bahkan, uang palsu yang diedarkan juga dibuat lecek untuk mengelabui para korban yang mayoritas adalah pedagang kecil.

“Mengedarkan ke warung-warung kecil pedagang sembako,” kata dia.

Ia menambahkan, uang asli hasil kejahatannya dipakai untuk membeli sepeda motor dan untuk biaya berobat orang tuanya yang sakit.

Ia tak lagi menghitung hasil maupun uang palsu yang dicetak, karena saking lamanya.

“Sudah enggak kehitung,” ucapnya.

Aksi kejahatan pelaku terungkap setelah seorang pedagang kecil di Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara curiga dengan uang Rp 20.000 yang dipakai tersangka RFI membeli sabun.

Setelah mendapatkan kembalian Rp 16.000, pelaku lantas pergi. Korban yang memastikan kalau uang itu palsu segera mengejar dan menangkapnya.

Baca Juga :  Peringatan, Muncul Potensi Gempa Dahsyat dan Tsunami Setinggi 20 Meter di Selatan Pulau Jawa. BKMG Imbau Ini Yang Harus Dilakukan Masyarakat!

Kapolsek Tambun Komisaris Siswo mengatakan pelaku memproduksi uang palsu dengan peralatan sederhana, yaitu mesin scanner hingga printer, dan laptop.

“Uang palsu cetakannya sekilas mirip asli, tapi kalau diperiksa dengan teliti maka ketahuan,” kata dia.

Menurut dia, pelaku lebih banyak mencetak nominal Rp 10.000 dan Rp 20.000. Ketika dibelanjakan, pelaku juga membuat uang tersebut lecek. Pecahan kecil dan kondisi itu jarang diperiksa oleh pedagang.

“Supaya enggak ketahuan, setelah belanja langsung buru-buru pergi pakai sepeda motor,” kata dia.

Polisi menyita barang bukti berupa sepeda motor Honda BeAT B-5935-TAJ, dua printer berikut tintanya, uang palsu senilai Rp 700.000 pecahan Rp 10.000 – Rp 50.000, dan Rp 150.000 uang asli.

Tersangka dijerat dengan pasal 245 KUH Pidana ancamanya 15 tahun penjara.

www.tempo.co