loading...

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jembatan merah putih yang berada di ruas Jalan Lingkar Kota (JLK) Desa Pare Kecamatan Selogiri Wonogiri diresmikan Bupati Joko Sutopo.

Lebih istimewa lagi, peresmian infrastruktur yang diberi nama Jembatan Nusantara itu bertepatan dengan momen 4 tahun kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Joko Sutopo- Edy Santosa, Senin (17/2/2020).

Popularitas jembatan ini menjadi viral lantaran menjadi sarana menghabiskan waktu, berwisata, berselfie, dan aktifitas cat free day. Sebagian masyarakat menyebut nama jembatan selfie, jembatan merah putih, jembatan nusantara, dan lainnya.

Menurut Bupati, pemberian nama Jembatan Nusantara bukan tanpa sebab. Ada pengharapan besar kepada semua generasi untuk selalu mengingat kebhinekaan bangsa. Bahwa negara ini tersusun dalam keberagaman yang indah. Kendati penuh perbedaan namun justru menjadi pemersatu negara dan bangsa.

Baca Juga :  Serentak Penyemprotan Disinfektan Massal di Wonogiri Cegah Covid 19

“Warna merah putih mengelorakan semangat persatuan dan kesatuan, kita satu dalam wadah NKRI, kita satu dalam Nusantara,” jelas Bupati.

Jembatan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari JLK itu, digadang-gadang membawa dampak positif bagi masyarakat. Dengan semakin lancarnya transportasi secara langsung bisa meningkatkan perekonomian.

“Hadirnya icon baru Wonogiri yaitu Jembatan Nusantara yang menjadi jembatan selfie, diharapkan mampu menambah daya tarik untuk berkunjung ke Wonogiri,” sebut dia.

Penjabat Sekda Wonogiri, Teguh Setiyono menerangkan, keseluruhan panjang JLK dari Desa Bulusulur Kecamatan Wonogiri hingga Desa Singodutan Kecamatan Selogiri adalah 15,594 kilometer. Pada 2019 JLK selesai dengan tuntas melalui dana Rp 56,126 miliar dari Banprov Rp 41,162 miliar dan DAU Rp 14,963 miliar.

Baca Juga :  Pembangunan Jalan Dusun Kolotoko Desa Sendang Wonogiri Ditarget Selesai Lebih Cepat Tak Sampai Sebulan

Sedangkan anggaran pembangunan Jembatan Nusantara menghabiskan Rp 4,647 miliar. Aria