JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Kisah Orang Tua Penderita Kista Hati Di Semarang, Mencoba Bangkit Usai Kepergian Putranya

Ani Umiati, 34 (tengah) saat ditemui tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) pada Sabtu (15/2/2020). ACT Jateng

DEMAK, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rasa sedih atas masa lalu masih tersirat di wajah Ani Umiati (34) saat ditemui tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) pada Sabtu (15/2/2020). Namun, semangat untuk melanjutkan hidup yang lebih baik harus terus berlanjut.

Putranya, Yudha Adi Pradana adalah penderita penyakit kronis kista hati yang juga merupakan pasien program Mobile Social Rescue Aksi Cepat Tanggap (MSR-ACT). Ayahnya seorang supir truk yang berpenghasilan tidak tetap, sementara Ani Umiati harus rela meninggalkan pekerjaan untuk merawat Yudha yang terbaring lemas kala itu.

Berbagai cara dilakukan demi kesembuhan Yudha, salah satunya adalah pengobatan di RSUP Dr Kariadi, Semarang.

“Di rumah sakit ini, Yudha ditangani tiga dokter spesialis dan telah menjalani dua kali operasi. Pertama untuk jaringan hatinya dan kedua untuk pembuatan saluran empedu. Hingga dokter merujuk segera untuk dilakukan cangkok hati di salah satu rumah sakit khusus di Jakarta, agar Yudha tetap dapat bertahan hidup,” ungkap Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap Jawa Tengah (ACT Jateng), Giyanto.

Baca Juga :  Jumlah Positif Corona Tembus 633 Kasus, Warga di Kabupaten Semarang Diminta Jangan Sampai Bosan Kenakan Masker

Ani Umiati dengan penuh rasa cinta bertekad akan memberikan hatinya untuk kesembuhan Yudha. Namun takdir Tuhan berkata lain, dalam proses menunggu kesiapan operasi cangkok hati, Yudha terlebih dahulu berpulang untuk selama-lamanya pada Maret 2019 silam.

Ani Umiati (34) tengah berada di kandang Kambing yang berlokasi di Desa Jatisono, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak. ACT Jateng

Kini, melalui program MSR dari ACT berkomitmen untuk meningkatkan taraf perekonomian keluarga Yudha agar lebih baik. Beberapa Kandang Kambing berdiri kokoh di kebun Ani Umiati yang berlokasi di Desa Jatisono, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak.

“Kami merancang program pemberdayaan yakni budidaya ternak Kambing. Awalnya kami memberikan delapan ekor kambing ada yang sudah berkembang biak sementara lainnya dalam proses penggemukan. Saat ini sudah ada tiga lokal kandang dengan masing-masing berkapasitas tujuh sampai dengan sepuluh ekor,” terang Giyanto.

Baca Juga :  Gubernur Jateng Minta Penderita Diabetes dam Hipertensi Tetap di Rumah Saja

Selain Pembuatan kandang dan pembelian Kambing, tim ACT juga memberikan persediaan pakan ternak hingga beberapa bulan untuk mempermudah pengelolaan kandang. Hingga kini, ternak kambing yang dilakukan keluarga Yudha sudah berkembang dan menunjukkan hasil.

Ani Umiati mengaku terbantu dengan program bantuan tersebut.

“Alhamduillillah, kami ucapkan terimakasih kepada segenap dermawan yang sudah membantu masa-masa terberat dalam keluarga kami hingga detik ini. Akhir – akhir ini, suami sangat jarang ada panggilan nyupir truk, dengan adanya ternak, kami punya kegiatan dan semoga dapat menghasilkan ketika di jual di waktu yang tepat,” pungkasnya. Prihatsari