loading...

JAKARTA, JOGLOSEMAR NEWS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono buron.

Bersama itu, KPK juga menetapkan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal, Hiendra Soenjoto sebagai buron. Penetapan itu dilakukan setelah Nurhadi mangkir dari panggilan pemeriksaan sebanyak dua kali.

“KPK telah menerbitkan daftar pencarian orang kepada para tiga tersangka ini,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri di kantornya, Jakarta (13/2/2020).

Ali mengatakan KPK telah mengirimkan surat penangkapan dan pencarian untuk ketiga tersangka ini ke kepolisian. KPK meminta bantuan ke polisi untuk menangkap ketiga tersangka.

Baca Juga :  Usulan Orang Kaya Nikahi Orang Miskin, Sandiaga: Terlalu Masuk ke Ranah Privat

Selain itu, KPK mengimbau masyarakat dapat memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan Nurhadi. Masyarakat dapat memberi tahu KPK melalui nomor 198.

Nurhadi dan Rezky ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengaturan perkara di Mahkamah Agung pada 2016. KPK menduga dia dan menantunya menerima suap dan gratifikasi sebanyak Rp 46 miliar dari Hiendra.

Kasus ini hasil pengembangan operasi tangkap tangan pada 20 April 2016 dengan nilai awal Rp 50 juta yang diserahkan oleh pengusaha Doddy Ariyanto Supeno kepada mantan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution.

Baca Juga :  Tipu Korban Rp 140 Juta, Pelaku Penggandaan Uang Asal Kamerun Ini Dibekuk Polisi


www.tempo.co