JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Nekat Melawan, 4 Siswi SD di Mondokan Sragen Lolos Dari Komplotan Penculik. Pelakunya Naik Mobil dan Sempat Iming-Imingi Coklat

61326
Ilustrasi tim Intel Polres Sragen saat melakukan rekonstruksi percobaan penculikan yang dialami lima siswi SD Pantirejo, Sukodono, beberapa waktu lalu. Foto/Wardoyo
loading...
Ilustrasi tim Intel Polres Sragen saat melakukan rekonstruksi percobaan penculikan yang dialami lima siswi SD Pantirejo, Sukodono, beberapa waktu lalu. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Warga di Desa Kedawung, Mondokan, Sragen digemparkan dengan kemunculan komplotan penculik di wilayah setempat, Rabu (19/2/2020) petang.

Empat bocah siswi SD di Dukuh Sidomulyo, RT 17, Kedawung, Mondokan nyaris menjadi korban para penculik.

Beruntung, mereka berhasil melawan dengan melempari mobil pelaku dengan batu sehingga pelaku akhirnya kabur.

Data yang dihimpun di lapangan, pelaku diketahui berjumlah sekitar empat orang semuanya laki-laki. Mereka menaiki mobil Avanza warna hitam.

Empat bocah yang nyaris menjadi korban itu diketahui bernama Arina Nisa Saina (4) dan temannya, Alya Ryzky Marikoma (6) keduanya warga Dukuh Sidomulyo RT 17. Kemudian Alfi Ameliansah (11) dan Anggun Suci (11).

Aksi penculikan itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, saat mereka tengah berangkat mengaji di Masjid Baitussalam di desa setempat.

Menurut keterangan bocah-bocah itu dan orangtuanya saat diinterogasi kepolisian kemarin, kejadian berawal ketika mereka berangkat mengaji bersama dengan sepeda onthel.

Alfi merupakan kakak dari Arina Saina. Namun saat berangkat, Alfi memboncengkan Alya sedangkan Anggun memboncengkan adiknya Alfi, yakni Arina.

Baca Juga :  Buntut Penganiayaan 2 Warga PSHT di Sragen, Situasi Mondokan Sempat Mencekam. Ratusan Pendekar dari Berbagai Daerah Dikabarkan Berkumpul di Dekat Mapolsek

Beberapa meter menjelang Masjid, Anggun dan Arina yang berangkat duluan, merasa kecapekan sehingga istirahat dan duduk-duduk di tepi jalan.

Saat duduk itulah, mereka mendadak didatangi mobil Avanza hitam yang berhenti mendekati.

Lalu penumpang jok tengah membuka separuh kacanya sebelah kiri dan menawari jajan berupa cokelat silverqueen.

Bocah-bocah itu mengaku mendengar suara pemberi coklat itu adalah laki-laki namun tidak kelihatan wajahnya. Dan ada berapa orang didalam mobil tersebut.

Saat ditawari, Arina mengangguk dan menjawab mau-mau. Namun Anggun yang sudah kelas V SD, menolak dan melarang Arina menerima sambil menarik tubuh Arina yang sudah mendekat ke mobil.

Meski ditolak, pria di dalam mobil terus berusaha merayu Arina dan Anggun. Setelah itu datang kakak Arina, Alfi bersama Alya.

Mendengar tawaran orang yang di dalam mobil tersebut, Alfi melarang Anggun dan adiknya menerima cokelat.

Kemudian Anggun membisiki Arina untuk mengambil batu dan kemudian melemparkannya bersama-sama ke orang-orang di dalam mobil. Lemparan itu mengenai kaca spion mobil hingga pecah.

Baca Juga :  Jumlah PP dan ODP Corona Sragen Mulai Melonjak, Makam Keramat Pun Turut Disemprot Desinfektan. Puluhan Fasum Fasos di Pengkol Tanon Disterilisasi

Mendapat lemparan batu bertubi-tubi, pelaku akhirnya menyerah dan kemudian kabur ke arah itara ke Desa Jambangan dengan kecepatan tinggi.

Empat bocah itu pun lolos dari pelaku dan kemudian lari menuju masjid untuk.melanjutkan mengaji.

Kabar penculikan itu dibenarkan Kapolsek Mondokan, AKP Sudira. Saat dikonfirmasi JOGLOSEMARNEWS.COM Kamis (20/2/2020), ia membenarkan adanya percobaan penculikan itu.

“Tapi korban berhasil melawan sehingga tidak sampai terjadi. Pelaku memang terdeteksi membawa mobil tapi tidak diketahui identitasnya,” paparnya.

Atas kejadian itu, pihaknya mengimbau kepada orangtua yang punya anak kecil, untuk senantiasa berhati-hati dan mengawasi putra-putrinya. Saat ini kasus percobaan penculikan itu masih dalam penyelidikan. Wardoyo