JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

UDB Gelar Workshop Penyusunan Buku Ajar dan Media Pembelajaran Digital

Dok Humas UDB Surakarta

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Setelah berubah menjadi universitas, maka Universitas Duta Bangsa Surakarta (UDB Surakarta) memiliki tantangan yang lebih tinggi.

Perubahan tersebut praktis akan teraplikasikan dalam kinerja dan kebiasaan dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan demikian, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi sebuah keniscayaan.

Untuk itulah, guna memperkuat performa dan menambah wawasan para dosen, UDB Surakarta menggelar workshop penulisan buku ajar dan penyusunan media pembelajaran digital interaktif.

Dalam sambutannya, Rektor UDB Surakarta, Drs H Singgih Purnomo MM mengatakan, kinerja civitas kampus harus meningkat seiring peningkatan status perguruan tinggi tersebut menjadi universitas.

Baca Juga :  Nayla Rebut Juara Pertama Lomba Tiktok Unisri

Workshop menghadirkan dua orang narasumber dari luar, yakni Aditya Saputra SSi MSc PhD dari Universita Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Bambang Eka Purnama MKom dari UBSI Surakarta.

Aditya Saputra membahas tentang aspek bahasa dan tata cara penulisan yang baik, etika ilmiah dalam menulis buku ajar, strategi dan teknik menulis buku ajar yang layak, serta teknik editing serta penerbitan buku ajar.

“Buku ajar harus berkiblat pada hibah buku ajar Dikti,” ujarnya.

Sementara, Bambang Eka Purnama memaparkan tentang strategi penyusunan media pembelajaran digital interaktif.

Baca Juga :  SMPN 8 Solo Gelar Simulasi Penilaian Tengah Semester Secara Daring

Bambang memaparkan, mahasiswa idealnya harus lebih pandai dari dosen. Karena, hal itu menjadi bukti keberhasilan seorang dosen.

“Jangan takut mahasiswa kita menjadi jauh lebih hebat dari dosennya,” kata Bambang.

Salah satu caranya, jelas Bambang, dosen harus berinovasi dalam pembelajarannya dengan membuat bahan  ajar berbasis digital.

Bahan ajar berbasis digital, menurut Bambang, memiliki multi manfaat, dengan jangkauan yang lebih luas.

“Jika masih konvensional, paling hanya satu kelas yang mendapatkan manfaatnya. Namun dengan digital dan di-upload di internet, semua orang bisa merasakan manfaatnya,” ujarnya, sebagaimana dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews. suhamdani