JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Polisi Masih Buru Mustakim, Karyawan Nusantara Sakti Motor Sragen Yang Tipu Ratusan Konsumen Berkedok Promo Hingga Merugi Miliaran

Para korban penipuan bermodus promo yang dilakukan oknum karyawan Nusantara Sakti Motor Sragen saat melapor ke Polres Sragen. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Para korban penipuan bermodus promo yang dilakukan oknum karyawan Nusantara Sakti Motor Sragen saat melapor ke Polres Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Polres Sragen mengaku masih terus mencari keberadaan Mustakim, karyawan Dealer Nusantara Sakti Motor Sragen yang dilaporkan atas dugaan penipuan ratusan konsumen berkedok promo.

Karyawan yang menjabat sales supervisor asal Bendo, Sukodono, Sragen itu menghilang misterius dari rumahnya sejak dua hari sebelum aksinya terendus oleh para korban.

“Kami masih melakukan pencarian. Dimana keberadaannya sampai sekarang juga belum diketahui,” papar Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo melalui Kasubag Humas AKP Harno, Kamis (13/2/2020).

AKP Harno mengatakan keberadaan Mustakim menjadi penting untuk menguak terang kasus tersebut. Menurutnya, pencarian dan pengusutan kasus itu tidak perlu membentuk tim khusus.

Pihaknya meyakini tim Resmob yang sudah ada, akan bisa mendeteksi dan menangani kasus itu.

“Tim Resmob kami yakin bisa,” tuturnya.

Perihal jumlah korban yang melapor ke Polres, ia menyampaikan dari data yang masuk, ada tiga korban yang resmi melapor. Sedangkan lainnya masih menunggu.

Ditanya soal jumlah korban keseluruhan yang diperkirakan mencapai ratusan, AKP Harno mengatakan hal itu masih dalam pendalaman dan penyelidikan.

“Yang jelas masih dilakukan pendalaman dan penyelidikan. Fokus kami mencari keberadaan terlapor dulu,” tukasnya.

Baca Juga :  Kabar Duka dari Sragen Utara, Kakek 75 Tahun asal Mondokan PDP Corona Meninggal Dunia. Jadi Korban Meninggal ke-26 di Sragen

Mustakim mendadak menghilang dua hari sebelum kasusnya meledak dan para korban menggeruduk kantor dealer Nusantara Sakti Motor Sragen, Selasa (11/2/2020).

“Hari Sabtu kemarin saya masih sempat chat di Whatsapp (WA). Nah mulai hari Minggu (9/2/2020) dia sudah nggak bisa dihubungi. Nomornya sudah nggak aktif. Tadi pagi (Selasa, 11/2/2020), saya datangi ke rumahnya sudah kosong. Katanya sudah pergi sejak dua hari lalu,” ujar salah satu korban asal Dukuh Ngamban RT 1, Desa Gawan, Tanon, Doni Wisnu Nugroho   (30) kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .

Doni yang tertipu enam motor dari program promo diskon yang ditawarkan Mustakim mengaku sebenarnya sudah melunasi enam motor yang diambil lewat Mustakim sejak 2018-2019.

Namun ternyata, oleh Mustakim, pembeliannya dialihkan ke kredit dengan janji BPKB akan keluar satu sampai dua tahun dan tak perlu mengangsur.

Akan tetapi, ternyata belakangan ia baru sadar tertipu setelah dihubungi pihak dealer bahwa ada tunggakan angsuran dari 6 unit motornya senilai total Rp 80 juta.

“Ada yang diangsur, tapi ada yang terlambat. Kalau terlambat angsuran kadang dia saya telpun juga langsung bayar. Tapi setelah itu ternyata saya masih ditagih angsuran totalnya Rp 80 juta,” urai Doni.

Baca Juga :  Jumlah Pasien PDP Corona Sragen Melonjak Tambah 7 Orang. Total 13 PDP Dirawat, Kasus Positif Tembus 51, 41 Sembuh dan 26 Meninggal Dunia

Terpisah, Branch Manager PT NSC Sragen, Edi Setiawan saat ditemui wartawan Rabu (12/2/2020) mengatakan Mustakim memang salah satu karyawan di Nusantara Sakti Motor Sragen.

Namun ia mengklaim selama ini tak pernah tahu permainan dan dugaan penipuan yang dilakukan Mustakim. Akan tetapi ia membenarkan bahwa banyak motor yang dibeli konsumen lewat Mustakim.

Soal keberadaan Mustakim, Edi mengaku kali terakhir terlihat masuk ke kantor pada Sabtu (8/2/2020). Setelah itu yang bersangkutan sudah tidak ada kabarnya lagi.

“Terakhir hari Sabtu kemarin dia masih di kantor sini. Setelah itu nggak ada kabarnya,” terang Edi.

Seperti diberitakan, Mustakim dilaporkan ke Polres Sragen Selasa (11/2/2020) atas dugaan penipuan kepada ratusan konsumen dealer motor Nusantara Sakti Motor Sragen.

Dari pengakuan para korban, Mustakim menjalankan aksinya dengan mengiming-imingi bonus potongan harga hingga jutaan sehingga konsumen tergiur dan mau membayar lunas motor yang dibeli.

Namun setelah dibayar, ternyata uang tidak disetorkan ke dealer. Pembelian motor juga dialihkan dengan akad kredit dan setoran kebanyakan diabaikan. Sehingga dari pihak dealer kemudian menagih para korban karena dianggap belum menagih. Wardoyo