JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

PSI Siap Hadang Anies Melaju ke Pilpres 2024

Dari kiri: Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Niluh Djelantik, Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Mari Elka Pangestu dan Ahli Hukum Tahta Negara Bivitri Susanti usai seleksi caleg PSI di kantor DPP PSI, Jakarta, 22 April 2018 / tempo.co
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) rupanya tak akan membiarkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melaju dalam Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

Sekjen PSI, Raja Juli Antoni blak-blakan menyatakan ingin menghadang Anies Baswedan maju di pemilihan presiden 2024.

Menurut survei versi Indo Barometer, selain Prabowo Subianto, Anies Baswedan adalah salah satu calon presiden terkuat untuk Pilpres 2024.

Antoni menjelaskan, alasan PSI ingin menghadang Anies karena tidak ingin sosok yang membawa isu primordial dan retorika keagamaan yang bisa membelah masyarakat, menjadi pemimpin Indonesia di masa yang akan datang.

Baca Juga :  Terjerat Kasus Prostitusi Online, Artis ST dan SH Digerebek saat Layani Pelanggan. Polisi Ungkap Tarif dan Status Keduanya

“Anies kini menjadi simbol populisme. Saya ingin mengajak kepada teman-teman partai maupun masyarakat yang masih pro terhadap nasionalisme, saya kira harus ada barisan nasional yang secara serius menghadang figur yang fokus pada isu populisme ini,” ujar Raja Juli di Hotel Atlet Century, Senayan, Minggu (23/2/2020).

Menurut Antoni, retorika sah-sah saja, tapi tanpa kinerja, semuanya menjadi nihil.

Baca Juga :  Jumlah Kasus Covid-19 Menanjak, Angka Kematian Covid-19 di Indonesia Kembali Sentuh 169 Orang per Hari

“Apakah kata-kata dapat membebaskan Jakarta dari banjir? Pak Anies sebagai seorang Gubernur yang inkompeten, hanya menggunakan retorika tapi tanpa kerja,” ujar Antoni.

Tokoh-tokoh nasionalis, kata Antoni, perlu didorong muncul.

“Misalnya, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, Ibu Risma, Pak Nurdin Abdullah dan tokoh-tokoh lain yang bisa menjadi pengganti Pak Jokowi,” ujar dia.

“Saya kira dari kubu Pak Jokowi harus bisa mendorong tokoh-tokoh ini sekaligus untuk melakukan delegitimasi terhadap Pak Anies yang memang kerap menggunakan isu-isu populisme ini,” ujar Antoni.

www.tempo.co