JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Saking Takutnya Virus Corona, 2 Penumpang Pesawat Ini Kenakan Baju Plastik

Takut tertular virus corona, penumpang ini membungkus tubuh dengan plastik /daily mail/ daily mail / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ketakutan akan merebaknya virus corona membuat dua orang ini melakukan antisipasi secara ekstrem.

Mereka membungkus tubuh mereka dengan pakaian plastik. Kejadian itu terekam dalam  sebuah video yang akhirnya menjadi viral.

Dikutip dari ndtv.com, dua penumpang yang identitasnya tidak dipublikasi itu menaiki sebuah penerbangan di Australia.

Mereka terlihat membungkus tubuh mereka dengan baju plastik yang secara tak langsung menggambarkan betapa takutnya orang terjangkit virus corona sejak virus mematikan itu menyebar pada Desember 2019 lalu dan menewaskan 2.300 orang.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Arab Saudi Buka Kembali Layanan Umroh secara Bertahap. Jemaah Luar Negeri Diizinkan Datang Mulai 1 November 2020

Kedua penumpang itu juga terlihat menggunakan topi dan lengan panjang. Wajah pun ditutup masker.

“Dua penumpang pesawat di belakang saya. (Yang Anda lakukan) ketika Anda sungguh takut dengan #virus corona #COVID2019,” tulis seorang pengguna Twitter dengan nama Alyssa, yang membagikan rekaman video dua penumpang yang membungkus tubuhnya dengan plastik.    

Dalam rekaman video yang dibagikan itu, terlihat satu penumpang tidur dengan baju plastik warna merah jambu dan masker.

Baca Juga :  Studi Profesor di Universitas AS Klaim Ada Kemungkinan Wabah Demam Berdarah Hambat Penyebaran Covid-19

Sedangkan temannya, seorang penumpang laki-laki memakai baju plastik warna bening, yang dilengkapi sarung tangan dan juga masker penutup wajah. Penampilan keduanya menuai beragam komentar dari para pengguna media sosial.   

“Lebih baik aman, tapi maaf kalau diberikan pilihan saya tidak mau meninggal karena menderita (pakai baju plastik),” tulis seorang pengguna media sosial.

Australia telah mengkonfirmasi 15 pasien meninggal karena virus corona. Pasien itu ada yang tertular secara langsung maupun tidak langsung dengan Kota Wuhan, wilayah yang diduga tempat penyebaran virus tersebut.

www.tempo.co