JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

SDIT Nur Hidayah Gelar Workshop Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran

Para guru SDIT Nur Hidayah Solo tengah berinovasi pembelajaran dalam sebuah workshop / dok Humas SDIT Nur Hidayah Solo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM
Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta mengadakan kegiatan peningkatan kompetensi guru dalam bentuk workshop kreativitas dan inovasi pembelajaran, Sabtu (8/2).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru penggerak dan beberapa guru perwakilan di setiap jenjang pararel.

Ustadz Waskito, S.Pd. selaku Kepala Sekolah dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan kompetensi SDM baik secara kualitas maupun kuantitas agar tercapai SDM unggul.

Dalam rilisnya ke Joglosemarnews,
Waka Humas SDIT Nur Hidayah
Rahmat Hariyadi, S.Pd menjelaskan,
kegiatan itu dilaksanakan di awal semester dua sehingga para guru bisa mempersiapkan dengan baik pembelajaran di kelas masing-masing.

“Tantangan guru di abad XXI harusnya berupaya untuk mengolaborasikan keterampilan 4C dalam pembelajaran. Communication, Collaboration, Critical Thinking, dan Creativitas. Harapannya, mereka para siswa kelak dapat menjawab tantangan pada zamannya,” ujar Waskito.

Dalam workshop kreativitas dan inovasi pembelajaran tersebut, panitia menghadirkan Moh. Salimi, M.Pd selaku dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS sekaligus tim penilai Inobel tingkat nasional.

Dalam paparan materinya, Salimi mengatakan seorang guru harus memahami teori pembelajaran dan mempraktikkan dalam kegiatan belajar mengajar.

Dengan memahami teori dan mempraktikkannya, jelas Salimi, maka seorang guru dapat menikmati profesinya.

“Jika guru hanya membaca dan memahami teori tanpa mempraktikkan teorinya, ia akan cenderung menyalahkan praktik di lapangan,” paparnya.

Sebaliknya, ujar Salimi, jika seorang guru hanya praktik mengajar tanpa mau mempelajari teori, ia akan cenderung menyalahkan kebijakan dari pemerintah.

Kegiatan workshop semakin menarik karena di sela-sela uraian materi langsung diadakan praktik.

Salah satunya para peserta diminta membuat kreativitas pembelajaran dari surat kabar (koran). Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok dan dipresentasikan hasilnya bergantian.

Salah satu peserta workshop, Nunuk Purnawati, S.Pd. menyampaikan terima kasihnya lantaran mendapat ilmu yang sangat bermanfaat.

“Saya bisa belajar lagi tentang kreativitas pembelajaran. Semoga ke depan kita dapat menindaklanjuti kegiatan ini dengan menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, mencipta media pembelajaran yang kreatif, dan mungkin ada follow up nya berupa lomba media pembelajaran antar guru atau antar guru paralel,” ujarnya berharap. suhamdani

Baca Juga :  Rektor Unisri: Penelitian dan Pengabdian Harus Menjadi Budaya Bagi Dosen