JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Seperti Wuhan, Kampung Dekat Lokasi Observasi di Natuna Ini Sepi, Banyak Warga Mengungsi Karena Ketakutan

Warga melakukan aktivitas menggunakan masker di Kota Tua Penagi, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (3/2/2020) / tribunnews

NATUNA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tak ubahnya Kota Wuhan, tempat asal virus corona yang mematikan tersebut berasal, kampung di Natuna yang terdekat dengan Hanggar, lokasi observasi WNI sepulang dari Wuhan, China, seperti kota mati.

Kampung Tua Penagi namanya wilayah tersebut. Kampung itu tampak kosong dan sunyi, bak kota mati. Hampir seluruh rumah di sana tertutup rapat.

Beberapa tempat usaha warga, seperti toko kelontong serta warung makan ikut tutup. Warga memilih berdiam diri di rumah masing-masing.

Bahkan ada yang mengungsi di rumah sanak saudara yang lokasinya jauh dari hanggar.

Ketua RT 01/RW 04, Batu Hitam, Kampung Tua Penagi‎, Yohanes Supriyanto membenarkan ada puluhan warganya yang mengungsi karena ketakutan rumah mereka berdekatan dengan hanggar.

Baca Juga :  Ramai Warga Jakarta Mengaku Dengar Suara Dentuman Keras, Polisi Lakukan Penelusuran: Suara dari Arah Pancoran

“Ini memang tempat terdekat dari karantina atau observasi hanya sekitar satu kilometer. Dari pinggir jalan saja, bisa terlihat atap hanggarnya. Setidaknya ada 81 orang warga saya yang‎ mengungsi. Yang di sini tinggal 292 orang warga,” tutur Yohanes saat ditemui di kediamannya.

Yohanes mengatakan,  pemberitaan yang begitu hebat terkait virus corona mulai dari orang berdiri yang tiba-tiba terjatuh, ‎hingga orang menggunakan baju astronot makin membuat warga ketakutan.

“Warga mengungsi karena pemberitaan di televisi begitu hebatnya soal virus ini. Termasuk sebelum Natuna dipilih jadi lokasi observasi, tidak ada sosialisasi dan pemberitahuan sebelumnya,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, ‎Hanggar Landasan Udara (Lanud) Raden Sadjad dipilih menjadi tempat observasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China selama 14 hari.

Baca Juga :  Giliran Gedung Kemensos Lantai 1 Terbakar, Diduga Korsleting

Alasan dipilihnya hanggar itu karena dinilai jauh dari permukiman warga.

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menyatakan jarak hanggar ke tempat penduduk kurang lebih lima hingga enam kilometer.

Namun, ada pemukiman yang jaraknya sekitar satu kilometer dari hanggar tersebut. Itulah Kampung Tua Penagi.

Sejumlah tiang pancang tampak menopang rumah-rumah tersebut sehingga beberapa posisinya berada di atas air.

Model rumah-rumah tersebut membuat pemukiman ini disebut kampung yang mengapung.

Senin (3/2/2020) siang, Tribunnews.com mengunjungi Kampung Tua Penagi. Dari jalan raya, atap Hanggar berwarna putih jelas terlihat meskipun aktivitas observasi tidak terpantau karena tertutup hutan bakau.

Masuk ke area Kampung Tua Penagi, kita disambut dengan gapura berwarna putih bertuliskan: Kota Tua Penagi.

Di atas gapura terpampang tulisan Gong XI Fa Chai berlatar belakang merah serta sembilan buah lampion merah yang digantung sebagai penghias.

www.tribunnews.com