JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sering Dicibir Karena Anak Desa, Siswi MIN Asal Patihan Sragen Kini Bikin Semua Tercengang Usai Juara 1 Kompetisi Matematika KMNR 15. Ibunya Sampai Tak Kuasa Menangis di Perantauan

Laila Husna Irna Ramadhani, siswi MIN 9 Sragen yang meraih juara I Wilayah Sragen KMNR 15. Foto/Istimewa
Laila Husna Irna Ramadhani, siswi MIN 9 Sragen yang meraih juara I Wilayah Sragen KMNR 15. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Jangan pernah melihat buku dari sampulnya. Ungkapan itu agaknya klop untuk menggambarkan apa yang dialami Laila Husna Irna Ramadhani.

Meski berlatarbelakang anak desa dari keluarga sederhana, siswi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 9 Sragen asal Dukuh Kayen, Desa Patihan, Sidoharjo itu mampu meraih prestasi membanggakan.

Dia sukses membuat semua tercengang usai menyabet juara I Lomba
Kompetisi Matematika Nalari Realistik (KMNR) ke-15 se-Indonesia baru-baru ini. Siswi kelas I A itu juga sukses membungkam cibiran yang selama ini banyak diterimanya.

Keberhasilan itu terungkap seusai putri pasangan Irwan-Herlina itu meraih juara dalam kompetisi akademik bergengsi tersebut.

“Alhamdulillah Mas, anak kami berhasil juara I dan peringkat 1 KMNR 15 untuk wilayah Sragen. Anak yang mungkin selama ini diremehkan dan dicibir itu kini bisa jadi juara di KMNR,” papar Herlina, ibunda Laila kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (28/2/2020).

Baca Juga :  Berikut Daftar 11 Warga Sragen Yang Terpapar Positif Covid-19 Hari Ini. Ada Balita 1 Tahun di Masaran, Kasus di Baleharjo, Sukomarto, Gebang, Kliwonan, Banaran Kembali Meledak!

Herlina mengaku senang campur haru atas keberhasilan putrinya itu. Sebab meski hidup sederhana, putrinya mampu membuktikan bahwa bisa berprestasi sekalipun dari awal banyak yang memandang sebelah mata.

Ia mengatakan putrinya selama ini tinggal di rumah sedangkan dirinya dan suami, merantau ke Makassar, Sulawesi Selatan.

“Saya merantau sama suami di Makassar. Berawal dari kehidupan kami yang sederhana, anak saya sering curhat kalau diremehkan dan dihina teman-temannya. Tiap dengar cerita dia dihina, hati saya sedih dan nangis Mas,” urai Herlina.

Laila Husna Irna Ramadhani. Foto/Istimewa

Meski mengaku sering diremehkan, Herlina menyebut bahwa Laila selalu berusaha tegar dan tak patah arang. Bahkan ia masih mengingat bagaimama putri kecilnya itu berusaha membuktikan bahwa dirinya bisa berprestasi meski dari keluarga sederhana.

Baca Juga :  Emak-Emak Pedagang Pisang di Pasar Gemolong asal Gawan Tanon Positif Terpapar Covid-19. Tertular dari Siswi SMA Depan Rumahnya, Dijemput Pakai Ambulans Puskesmas

“Anak saya selalu bilang Ibu aku pasti bisa Buk. Kita nggak sejelek itu ya Buk. Dia ingin mmbuktikan itu dan terus semangat berjuang. Alhamdulillah akhirnya bisa. Sekolahnya di MIN 9 Sragen dam masuk di kelas I A,” imbuhnya.

Di akhir cerita, Herlina mengaku bisa berbangga karena putrinya juga mendapat peringkat satu. Ia mengaku begitu terharu saat mendengar putrinya bisa juara KMNR.

“Saya sebagai orang tua yang jauh di rantau tidak bisa mendampinginya. Begitu besar perjuangannya untuk melewati hinaan itu. Mohon doanya mudah-mudahan anak saya bisa lolos lagi ke tingkat nasional ya Mas. Semoga pula dapat doa dari teman-temannya,” pungkasnya. Wardoyo