Beranda Daerah Boyolali Truk Trailer Terjun ke Jurang Turunan Kenteng, Sopir Tewas Terjepit Setelah Evakuasi...

Truk Trailer Terjun ke Jurang Turunan Kenteng, Sopir Tewas Terjepit Setelah Evakuasi 2,5 Jam

Ilustrasi mayat | pixabay

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM Sebuah kecelakaan maut kembali terjadi di jalur Turunan Kenteng, Jalan Solo-Semarang, Kabupaten Boyolali, Rabu (19/8/2026). Seorang sopir truk trailer harus meregang nyawa setelah kendaraan yang dikemudikannya terjun ke jurang di tepi sungai.

Proses penyelamatan korban berlangsung dramatis. Petugas gabungan membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam untuk mengeluarkan tubuh sopir dari kabin atau head unit truk yang mengalami kerusakan parah dan terjepit bodi trailer.

Kesulitan bertambah karena lokasi kecelakaan berada di jurang dengan medan cukup terjal. Selain itu, truk juga membawa muatan kapas dalam jumlah besar yang ikut memperumit proses evakuasi.

Kecelakaan tunggal tersebut melibatkan truk trailer bermuatan kapas yang diketahui sedang melakukan perjalanan dari Semarang menuju Sragen.

Korban diketahui merupakan warga Ambarawa, Kabupaten Semarang. Namun, setelah perjuangan panjang tim gabungan untuk membebaskannya dari kabin, sopir tersebut akhirnya berhasil dikeluarkan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Evakuasi melibatkan personel Satlantas Polres Boyolali, Tim SAR, Damkar, PMI, operator mobil derek, serta warga di sekitar lokasi kejadian.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Boyolali, Iptu Bambang Nova, mengatakan kondisi lokasi menjadi salah satu hambatan terbesar yang dihadapi petugas.

Baca Juga :  Road to Susurun 2026 Ramaikan Boyolali, Ratusan Pelari Siap Sambut Sport Tourism Kota Susu

“Sulitnya medan evakuasi pada laka lantas tunggal ini karena jurang begitu terjal. Antara lain 10-15 meter dari jalan,” kata Bambang.

Upaya awal dilakukan dengan menggunakan mobil derek untuk menarik bagian kendaraan. Namun, posisi truk yang berada di bawah serta kondisi head unit yang terjepit membuat proses tersebut tidak berjalan mudah.

Petugas kemudian melakukan evakuasi dari bagian bawah jurang untuk mencapai kabin dan mengeluarkan korban.

Selain harus berhadapan dengan medan terjal, petugas juga menghadapi tumpukan muatan kapas yang dibawa trailer. Muatan tersebut dilaporkan memiliki bobot besar dan ikut menimpa bagian kendaraan.

“Evakuasi amat sulit karena adanya tumpukan kapas. Satu kotak kapas itu beratnya sekira tiga kuintal,” jelasnya.

Bambang mengatakan kondisi kendaraan setelah kecelakaan membuat ruang kabin sopir mengalami tekanan hebat. Head unit terjepit bagian bodi trailer dan tertindih muatan kapas yang ikut bergeser saat kendaraan masuk ke jurang.

“Kepalanya (head unit) terjepit body trailer dan ditumpuk-tumpuk dengan muatan kapas tersebut,” ungkap Bambang.

Setelah sekitar dua setengah jam melakukan upaya penyelamatan, petugas akhirnya berhasil mengevakuasi sopir dari dalam kabin. Namun, korban tidak dapat diselamatkan.

Baca Juga :  Road to Susurun 2026 Ramaikan Boyolali, Ratusan Pelari Siap Sambut Sport Tourism Kota Susu

“Kondisi sopir meninggal. Terjepit antara dasbor dan jok penumpang,” kata Bambang.

Berdasarkan informasi awal, truk trailer tersebut membawa sekitar 20 ton kapas dari Semarang yang rencananya akan dikirim ke Sragen.

Saat melintasi jalur Turunan Kenteng, kendaraan kemudian mengalami kecelakaan tunggal dan masuk ke jurang di bibir sungai. Polisi masih menangani peristiwa tersebut dan mendalami penyebab pasti kecelakaan.

Bambang memastikan kendaraan itu tengah melaju dari arah Semarang menuju Sragen.

“Kendaraan dari Semarang ke Sragen,” pungkasnya. [*]  Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.