JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Klaten

Tak Hanya di Sragen, Geger Kabar Teror Penculikan Anak Dipepet dan Diangkat ke Motor Juga Merebak di Klaten. Begini Fakta Sebenarnya!

379
Foto/Teras.Id
loading...
Foto/Teras.Id

KLATEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Merebaknya kasus percobaan penculikan siswa dan anak tidak hanya terjadi di Sragen. Tapi juga melanda Klaten.

Masyarakat diresahkan dengan pesan berantai isu penculikan anak dengan modus dipepet dan diangkut ke motor.

Jajaran Polres Klaten pun langsung sigap memastikan kabar penculikan anak yang terjadi di wilayah Wonosari, Klaten adalah hoaks.

Polisi meminta masyarakat tidak mudah terpancing oleh isu yang tersebar lewat pesan WhatsApp.

“Kita sudah cek, ricek dan kroscek langsung, baik lokasi, korban maupun saksi. Kita sudah konfirmasi ke Polsek dan sebagainya, tidak ada kejadian seperti itu. Info yang disebar dimedsos itu adalah hoaks,” kata Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo, melalui Kasubbag Humas Polres Klaten Iptu Nahrowi saat memberikan keterangan, Kamis (20/2/2020).

Baca Juga :  Corona Merebak, Bilik-Bilik Ini Mendadak Bermunculan di Wilayah Klaten. Diklaim Bisa Bantu Tangkal Virus Covid-19

Karena itu, pihaknya meminta masyarakat untuk turut andil tidak menyebar balik informasi soal hoaks penculikan anak yang ditengarai terjadi di wilayah Wonosari beberapa hari lalu. Masyarakat pun diminta tidak menyebarkan lagi pesan berantai ini.

“Kami mengimbau masyarakat jangan mudah terpancing berita yang belum tentu benar. jangan asal ikut-ikutan share berita yang belum bisa dipertanggungjawabkan, karena dapat menimbulkan kepanikan di masyarakat,” kata Kasubbag Humas.

Dalam pesan berantai di WhatsApp disebutkan adanya penculikan anak yang memasuki wilayah Wonosari, Klaten.

Baca Juga :  2 Masjid Terbesar di Klaten Putuskan Tak Gelar Salat Jumat. Yang Menggelar, Karpet Harus Digulung, Jemaah Bawa Sajadah Sendiri

Penculik disebutkan memepet anak-anak yang pulang sekolah dan berupaya membawa anak tersebut dengan sepeda motor. Setelah dilakukan penelusuran diketahui bahwa pesan berantai tersebut hanyalah berita bohong.

www.teras.id