JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terungkap, Sopir Mobil Yang Terbang Lalu Nyasak 2 Motor dan Polisi di Alun-alun Sragen, Ternyata Belum Punya SIM. Maunya Injak Rem, Ternyata Malah Mancal Gas

Kasatlantas AKP Sugiyanto. Foto/Wardoyo
Kasatlantas AKP Sugiyanto. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kecelakaan brutal yang terjadi di perlintasan kereta api selatan Alun-Alun Sragen, Rabu (5/2/2020) pagi kembali menguak fakta baru.

Pengemudi mobil Isuzu Panther yang ngeblong dan menggasak dua pemotor lalu menabrak pembatas jalan dan polisi itu, ternyata belum memiliki surat izin mengemudi (SIM).

Tidak hanya itu, sopir Panther bernopol B-8855-TQ yang diketahui bernama Sudar (49) itu juga diketahui baru belajar nyetir dan mobilnya juga baru tiga hari dibeli.

Tak pelak, saat diberi aba-aba oleh pendamping yang mengajarinya, warga Ngledok, Kelurahan Sragen Tengah, Kecamatan Sragen Kota itu malah panik.

“Pemicunya murni human error. Karena pengemudi mobil Panther itu memang belum punya SIM. Dia juga baru ajaran nyetir,” papar Kasatlantas AKP Sugiyanto mewakili Kapolres AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, Kamis (6/2/2020).

Kasatlantas menguraikan kecelakaan diduga dipicu oleh kekuranglihaian penemu di dalam mengendarai mobilnya.

Karena masih belajar, yang bersangkutan dimungkinkan panik saat hendak menyeberangi perlintasan kereta api di selatan alun-alun Sragen.

“Sebenarnya saat mengemudi dia ada yang mendampingi. Tapi mungkin dia panik saat diarahkan agar mengurangi kecepatan ketika menyeberangi rel. Dia malah tambah panik, maunya menginjak rem tapi malah mancal gas. Akhirnya mobil malah terbang dan menggasak pengendara motor di depannya. Lalu menabrak anggota polisi yang sedang bertugas pengamanan jalur di pagi hari,” urainya saat ditemui di Mapolres.

Baca Juga :  Hilang Misterius, Penjual Pentol Goreng asal Tangen Sragen Diduga Bunuh Diri Terjun ke Sungai Bengawan Solo. Motor dan Helmnya Ditemukan di Atas Jembatan Sapen

Kasatlantas menguraikan karena tidak ada korban jiwa, maka untuk penanganan penegakan hukum sementara masih menunggu penyelidikan. Sopir mobil Panther untuk sementara masih dimintai keterangan.

Selain itu, mobil juga untuk beberapa hari akan diamankan di Mapolres sembari memberikan kesempatan kepada pengemudi untuk menenangkan diri.

“Sampai sekarang pengemudi masih syok karena belum punya SIM. Kita juga mengarahkan agar yang bersangkutan untuk mengurus SIM terlebih dahulu dan belajar di LPK agar lebih mahir dalam mengemudi,” terangnya.

Sementara untuk 2 korban yang ditabrak, AKP Sugiyanto Kasat Lantas sudah berangsur membaik. Ia menyebut untuk korban pengendara motor yang ditabrak, mengalami patah kaki akibat terpental saat di tabrak.

Sementara, untuk polisi yang ditabrak juga masih menjalani perawatan intensif di RS Mardi Lestari Sragen.

Baca Juga :  Tambah 6 Lagi, Kasus Covid-19 Sragen Melonjak Jadi 433 Kasus Positif Hari Ini. Tiga Orang dari Gemolong, Dua Orang Dirawat di Rumah Sakit, Total Sudah 59 Meninggal Dunia

“Sebenarnya anggota polisinya itu sudah mau menghindar tapi malah kesasak,” tukasnya.

Insiden kecelakaan itu terjadi pukul 06.45 WIB. Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , kecelakaan terjadi tepatnya di persimpangan kereta api jalan Veteran, Sragen.

Mobil Isuzu Panther warna abu-abu itu diketahui bernopol B-8855-TQ. Mobil dikemudikan oleh Sudar (49), warga Ngledok, Kelurahan Sragen Tengah, Kecamatan Sragen Kota.

Satu korban pemotor yang ditabrak bernama Joko Haryadi (49), warga Margoasri RT 32/9, Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Sragen. Dia mengendarai Suzuki Spin AD 6648 US namun berhasil selamat tanpa mengalami luka.

Pengendara kedua yang digasak adalah Rani Irawati (41) yang mengendarai Honda Vario AD 2907 ASE. Korban diketahui berasal dari Jetak Kidul, 2/5, Jetak, Sidoharjo, Sragen.

Korban mengalami luka kaki kanan patah, jari tangan kiri lecet sadar dan diopname di RS Mardi Lestari Sragen.

Satu petugas polisi yang menjadi korban diketahui bernama Brigadir Andika Ponco (34) anggota Sabhara warga Dalangan RT 22, Kliwonan, Masaran, Sragen.

Dia mengalami luka pada kaki kanan sobek dan diopnamr di RS Mardi Lestari Sragen. Wardoyo