JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Trauma Berat, Satu Pelajar Asal Papua di Sragen Hingga Kini Masih Ketakutan dan Lari Saat Lihat Polisi. Ada Apa?

Kepala SMKN 1 Kedawung Sragen, Taryono ( dua dari kanan) bersama pelajar asal Papua saat berpose sebelum tampil di Karnaval Pembangunan HUT RI di Pemkab Sragen tanggal 27 Agustus 2019 lalu. Foto/Wardoyo
Kepala SMKN 1 Kedawung Sragen, Taryono ( dua dari kanan) bersama pelajar asal Papua saat berpose sebelum tampil di Karnaval Pembangunan HUT RI di Pemkab Sragen tanggal 27 Agustus 2019 lalu. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM -Empat siswa SMKN 1 Kedawung asal Papua yang nekat kabur dan pulang ke Papua saat rusuh di Bumi Cendrawasih akhir bulan Agustus 2019 silam, dilaporkan sudah kembali ke bangku sekolah di SMKN 1 Kedawung.

Namun, satu dari empat siswa itu dikabarkan masih mengalami trauma berat. Satu pelajar itu dikabarkan belum bisa lepas dari ketakutannya acapkali melihat polisi.

Diduga kuat, satu pelajar tersebut masih belum bisa melepaskan ingatannya saat didoktrin oleh beberapa mahasiswa yang membujuk mereka dan meminta pulang kampung saat kerusuhan Papua beberapa bulan lalu.

“Sudah kembali lagi ke sini dan sudah bersekolah. Mereka tinggal di asrama sekolah seperti dulu. Hanya memang masih ada satu siswa yang sepertinya belum bisa lepas dari trauma. Setiap lihat polisi selalu ketakutan dan lari,” papar Kepala SMKN 1 Kedawung Sragen, Taryono saat berbincang dengan JOGLOSEMARNEWS.COM , belum lama ini.

Taryono menguraikan keempat pelajar itu pulang kembali ke SMKN 1 Kedawung dalam kondisi sehat. Mereka pun bercerita sebenarnya ketika memutuskan pulang, mereka tidak tinggal di Papua karena situasi yang saat itu rusuh.

Baca Juga :  Gagal Maju Pilkada Sragen, Sukiman-Iriyanto Disebut Jadi Korban Kapitalidasi Proses Rekom Parpol. Rekom Butuh Bermiliar-Miliar, Rus Utaryono Sesalkan Parpol Tunduk Pada Oligarkhi Oportunistik

Mereka sebagian malah mengungsi ke tempat saudara di Maluku. Setelah situasi membaik, mereka baru kembali ke Sragen beberapa waktu lalu.

“Kalau yang tiga siswa sudah belajar dam beraktivitas seperti biasa. Tapi yang satu anak, sepertinya masih terbawa psikisnya. Karena dulu sempat terprovokasi dua mahasiswa yang mengajak mereka pulang ke Papua saat kerusuhan. Nah waktu itu mereka dibilangi kalau lihat polisi suruh lari,” terang Taryono.

Berbagai upaya pendekatan dan pembinaan terus dilakukan untuk memulihkan psikis satu siswa itu. Bahkan, Taryono mengaku sempat mengajak siswa itu ke Kalapas Sragen, Yosef Yembise yang juga kelahiran Papua untuk diberikan penenangan.

Sempat juga yang bersangkutan diajak bertemu dengan Kapolres Sragen agar bisa melepaskan dari ketakutannya.

“Harapan kami ya segera bisa pulih dan nggak ketakutan lagi. Kami juga sudah yakinkan bahwa aman dan nggak ada apa-apa. Mudah-mudahan segera bisa pulih kembali,” tukasnya.

Seperti diberitakan, empat siswa itu diketahui meninggalkan asrama SMKN 1 Kedawung Kamis (28/8/2019) malam atau tepat sehari setelah tampil di karnaval pembangunan memeriahkan HUT ke-74 RI yang digelar di jalan protokol Sragen, Rabu (27/8/2019).

Baca Juga :  Tolak KAMI, Dewan Rakyat Jelata Sragen Gelar Demo di Alun-Alun. Sunarto Ingatkan KAMI Rawan Ditunggangi Kepentingan dan Berpotensi Adu Domba Warga!

Mereka kabur tanpa memberitahu sekolah karena diduga terprovokasi oleh kasus kerusuhan di Malang dan Surabaya serta kabar kerusuhan yang melanda di Papua.

Malam sebelum kabur (Kamis, 28/8/2019), para siswa itu sempat didatangi dua orang mahasiswa asal Jogja. Disinyalir mahasiswa itu melakukan provokasi sehingga membuat keempat siswa itu nekat meninggalkan asrama untuk pulang ke Papua.

“Mereka meninggalkan asrama malam hari, sehari setelah tampil di Karnaval Pembangunan itu. Sebenarnya juga sudah kami beri pemahaman bahwa di Sragen dijamin aman dan mereka sudah tenang. Tapi mungkin terprovokasi kerusuhan di Malang dan Surabaya itu dan mendengar kabar kalau Papua panas. Malam hari itu, petugas penjaga sekolah bilang ada dua orang mahasiswa yang datang dari Jogja dan menemui mereka. Malam itu juga mereka langsung berangkat ke Papua,” papar Taryono. Wardoyo