JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Usul Ganja Jadi Komoditas Ekspor, Anggota DPR dari PKS Dapat Teguran Keras, Tarik Ucapannya dan Minta Maaf

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Anggota DPR dari PKS, Rafly mendapat teguran keras dari Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini. Anggota Komisi VI asal Aceh itu mendapat teguran keras karena membuat pernyataan soal kemungkinan regulasi tanaman ganja agar bisa diekspor untuk kebutuhan farmasi atau obat.

Usulan Rafly itu disampaikan saat Rapat Kerja dengan Menteri Perdagangan pada Kamis (30/1/2020) lalu.

Atas pernyataan Rafly itu, Jazuli mengaku sudah menegur keras. Ia juga menyampaikan yang bersangkutan yakni Rafly sudah meminta maaf dan menarik usulan pribadinya tersebut.

“Atas dasar itulah Fraksi PKS menegur keras Pak Rafly. Dan yang bersangkutan meminta maaf atas kesilapan pikiran dan pernyataan pribadinya itu sehingga menimbulkan polemik serta membuat salah paham di kalangan masyarakat. Dan beliau menarik usulan pribadinya tersebut,” kata Jazuli Juwaini sata dikonformasi Tribunnews.com, Minggu (2/2/2020).

Baca Juga :  Kasus Klinik Aborsi Ilegal di Jalan Percetakan Negara: Polisi Ungkap Calo Berperan Besar dan Dapat Untung Paling Banyak

Jazuli menilai, usulan Rafly itu kontraproduktif dan menimbulkan polemik di masyarakat. Terlebih, PKS selama ini terus menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberantas narkoba.

Baca: Politikus Gerindra Kaget Ada Anggota Fraksi PKS Usul Ekspor Ganja

Baca: Ketua Fraksi PKS Tegur Rafli yang Usul Ganja Bisa Jadi Komoditas Ekspor

Selain itu, fraksi PKS memahami bahwa UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika tegas melarang ganja dan mengkategorikannya sebagai narkotika golongan 1.

Jazuli menyebut, narkotika golongan ini dilarang untuk pelayanan kesehatan, meski dalam UU 35/2009 juga terdapat pengecualian dalam jumlah terbatas bisa digunakan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Baca Juga :  Nama Jaksa Agung dan Mantan Ketua MA Hatta Ali Muncul dalam Dakwaan Jaksa Pinangki

“Usulan itu tidak mencerminkan sikap Fraksi PKS, karenanya pernyataan pribadi itu layak diluruskan dan dikoreksi, apalagi telah menimbulkan salah paham dan framing terhadap PKS, Partai yang selama ini justru dikenal vokal menolak narkoba dan mendukung BNN,” ujar Jazuli.

Jazuli berharap teguran kepada Rafly tersebut bisa menghentikan kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat. Ia menegaskan PKS berkomitmen melawan narkoba dalam segala jenis dan bentuk.

“Mari bersama PKS dan BNN kuatkan tekad dan kebersamaan melawan narkoba dalam segala bentuknya, termasuk ganja, yang telah jadikan Indonesia sebagai darurat narkoba,” pungkasnya.

www.tribunnews.com