JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

46 Berita Hoaks Virus Corona Bertebaran di Medsos

berita hoax
ilustrasi. Tempo.co
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Sampai dengan hari Jumat (27/3/2020) ini, polisi sudah menemukan 46 kasus berita hoaks terkait virus corona yang tersebar di dunia maya. 

Hal itu diketahui, ketika pihak Kepolisian gencar melakukan patroli siber untuk memberantas penyebaran hoaks virus Corona di media sosial.

“Hingga hari ini untuk kasus hoaks (corona) ada penambahan satu kasus. Jadi saat ini kami menangani 46 kasus,” kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jumat (27/3/2020).

Argo tak merinci mengenai penanganan kasus tersebut dan tersebar di wilayah mana saja. Namun ia memastikan polisi akan terus melakukan penyelidikan penyebaran berita bohong itu. 

“Saat ini masih dalam proses penyidikan baik di wilayah maupun di Mabes Polri,” sebut Argo.

Dalam beberapa hari ke belakang polisi telah menangkap sejumlah orang karena diduga menyebarkan berita bohong atau hoaks virus Corona.

Salah satunya seorang wanita yang diduga menyebar video hoaks tentang seorang pegawai di Pusat Grosir Cililitan, Jakarta Timur, terkena virus Corona. 

Dalam video yang tersebar, sang pembuat merekam sebuah ambulans tengah membawa seseorang yang diduga tak sadarkan diri.

Para petugas ambulans yang mengangkat wanita itu tampak mengenakan masker.

Pengambil video menduga kalau orang yang dibawa itu terkait dengan penyebaran virus Corona. Ia mengatakan kalau orang itu merupakan karyawan salah satu toko di PGC. Video itu kemudian menyebar atau viral di media sosial. 

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Herry Purnomo mengatakan polisi segera bergerak menyelidiki kebenaran video tersebut.

Setelah dicek, ternyata kabar karyawan yang diduga terkena virus Corona itu tidak benar dan berujung pada penangkapan pembuat video.

www.tempo.co

Baca Juga :  Ma'ruf Amin Jadi Dewan Pertimbangan MUI 2020-2025, Din Syamsudin: Rangkap Jabatan Rentan Terkontaminasi Politik